Jumat , 6 Desember 2019
Home / Daerah / Kepahiang / 46 Guru Pensiun Tahun Ini

46 Guru Pensiun Tahun Ini

KEPAHIANG – Ada 46 orang guru SD dan SMP di Kabupaten Kepahiang yang pensiun tahun ini. Bahkan sebagian besar diantaranya sudah memasuki masa pensiun hingga akhir tahun ini. Dengan pensiunnya sejumlah guru-guru ini, maka sejumlah sekolah di  Kabupaten Kepahiang akan mengalami kekurangan guru. Ditambah lagi tahun ini Pemkab Kepahiang tidak membuka rekrutmen CPNS untuk menambah guru.

Dijelaskan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kepahiang, Dr. Hartono, M.Pd saat ini mereka tengah mengupayakan melakukan rekrutmen guru kontrak. Guna mengisi kekurangan guru yang terjadi di Kabupaten Kepahiang. Hanya saja ia belum bisa memastikan berapa kuota yang akan dibuka untuk rekrutmen guru kontrak. Yang rencananya akan dilakukan awal 2020 mendatang.

“Ya mau tak mau, kita harus buka rekrutmen guru kontrak. Karena tenaga pengajar kita di Kabupaten Kepahiang ini masih sangat kurang. Namun kita belum bisa pastikan berapa penambahan yang kita butuhkan. Sebelumnya jumlah tenaga pengajar kita di Kabupaten Kepahiang berjumlah 485 orang yang berstatus sebagai PNS,” ujar Hartono.

Menurut Hartono, jika dikalkulasikan secara kasar, kebutuhan guru SD untuk setiap sekolah sebanyak 9 guru. Belum lagi ditambah dengan guru SMP dan guru mata pelajaran lainnya. Untuk jumlah SD di Kabupaten Kepahiang ada 99 sekolah, dan SMP sebanyak 29 sekolah. Dengan total guru 1.700 orang yang terdiri dari PNS, honorer dan guru kontrak.

“Kalau kita hanya mengandalkan PNS saja maka dipastikan banyak kekurangan guru, dengan itupula diperkirakan tahun 2020 akan kembali merekrut guru kontrak,” tambah Hartono.

Bahkan berdasarkan hasil pemetaan kebutuhan yang dilakukan Disdikbud, Kabupaten Kepahiang saat ini masih membutuhkan tambahan tenaga pendidik untuk tingkat SD dan SMP sebanyak sekitar 500 orang guru. Hal ini karena kebutuhan akan tenaga pendidik tersebut terlihat dari masih banyaknya sekolah-sekolah di Kabupaten Kepahiang yang kekurangan guru. Bahkan beberapa sekolah terpaksa merangkap jabatan guru untuk beberapa mata pelajaran.

“Paling banyak kekurangan guru itu untuk SD, beberapa lainnya juga ada untuk SMP. Idealnya untuk SD itu minimal memiliki 9 guru, dengan rincian 6 guru kelas, 1 guru agama, 1 guru olahraga, dan 1 Kepala Sekolah. Kalau kita kalkulasikan dari jumlah sekolah yang ada, kita butuh sekitar 500 orang guru lagi di Kepahiang,” ungkap Hartono.

Untuk itu diakui Hartono, saat ini pihaknya masih berupaya mencari solusi atas persoalan kekurangan guru ini, dengan mengusulkan kuota formasi guru pada seleksi CPNS yang rencananya akan digelar Pemkab Kepahiang pada 2020 mendatang. Selain itu juga opsi lain yang diharapkan adalah peluang perekrutan tenaga pengajar dari rekruitmen PPPK yang sampai saat ini belum diketahui apakah akan digelar pada tahun ini atau tidak.

“Solusinya sejauh ini ya itu, CPNS atau PPPK. Namun demikian untuk pelaksanaan rekrutmen CPNS dan PPPK itu masih membutuhkan proses lebih lanjut. Dan kita berharap usulan kita bisa diakomodir dalam proses rekruitmen yang mungkin akan dilakukan Pemkab kedepannya,” demikian Hartono. (sly)

Berita Lainnya

Baru 1 Lembaga Survei Daftar Ke KPU

KEPAHIANG – Pasca dibukanya pendaftaran untuk lembaga survei independen, sebagai mitra KPU Kepahiang dalam melakukan ...

error: Content is protected !!