Senin , 9 Desember 2019
Home / Daerah / Kepahiang / Bayi Lahir dengan Usus Keluar

Bayi Lahir dengan Usus Keluar

JENGUK: Bupati Kepahiang didampingi istri, saat menjenguk Dinda di RSUD Kepahiang, (foto: arie/rb).

KEPAHIANG – Nasib malang dialami Dinda, bayi berumur kurang lebih 10 hari, yang saat ini tengah terbaring di ruang NICU (Neonatal Intensive Care Unit) RSUD Kepahiang. Dia terlahir dengan usus yang keluar dari bagian pusar atau secara medis disebut gastrtroschisis.

Buah hati pasangan Yanti (41) dan Harpai (60) warga Dusun Kepahiang Kecamatan Kepahiang ini terpaksa menunggu uluran tangan dermawan untuk biaya perawatan lebih lanjut. Bahkan Dinda rencananya akan dirujuk ke Palembang dalam waktu dekat ini, setelah Pemkab Kepahiang membantu mengurus semua dokumen keperluan pengobatan dinda.

Bupati Kepahiang Dr. Ir. Hidayattullah Sjahid, MM, IPU yang datang langsung melihat keadaan Dinda, mengatakan Pemkab Kepahiang akan memfasilitasi sepenuhnya pengobatan bayi mungil nan cantik tersebut. Bahkan paling lambat dua pekan, Bupati menjanjikan bahwa Dinda akan segera dirujuk ke Palembang guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

“Saat ini kita sedang persiapkan dokumennya mulai dari BPJS dan lainnya. Paling lambat dua pekan semuanya sudah siap, dan bisa segera kita bawa ke Palembang. Nantinya Dinda serta ibunya dan petugas dari Dinkes Kepahiang, akan ikut serta mendampingi pengobatan di Palembang,” ungkap Bupati.

Bupati mengakui, berdasarkan keterangan orangtua bayi tersebut, dulu sudah pernah punya kartu BPJS. Namun sudah tidak aktif lagi. Lantaran tidak dibayar iurannya. Jadi, BPJS mereka harus diaktifkan kembali.

“Keberangkatan ke Palembang tentu perlu biaya. Kita sama-sama mencari bantuan untuk keberangkatan bayi ini. Semoga proses pengobatan bayi ini sesuai dengan rencana kita, dan cepat sehat,” jelas Bupati.

Sementara Yanti, ibu dari bayi Dinda, mengatakan bahwa anak kelimanya tersebut lahir pada 6 November secara normal. Ia mengaku tidak mengetahui apa penyebab sehingga buah hatinya tersebut mengalami kelainan fisik.

“Padahal saat hamil pun tidak ada kendala apapun, dan saya rutin periksa ke dokter kandungan, dan dokter juga tidak melihat adanya kelainan pada janin saya. Namun demikian, saya mengucapkan terimakasih kepada pak Bupati beserta istri yang sudah menjenguk anak saya, dan berusaha untuk membantu pengobatan anak saya,” singkat Yanti. (sly)

Berita Lainnya

Musim Hujan, Warga Waspada dengan DBD

KEPAHIANG – Menjelang akhir tahun 2019 ini mulai masuk musim penghujan. Seperti biasa ketika musim ...

error: Content is protected !!