Jumat , 6 Desember 2019
Home / Daerah / Kaur / Tes CPNS Kaur Digelar Di Unib

Tes CPNS Kaur Digelar Di Unib

RAMAI: Nampak peserta tes CPNS ramai mendatang Disdukcapil untuk melakukan legalisir. (foto:albertus/rb)

KOTA BINTUHAN – Tes CPNS Kaur akan digelar di Universitas Bengkulu. Jika tidak ada kendala, awal tahun 2020 pelaksanaan tes tersebut dimulai. Pemkab Kaur telah melakukan pembicaraan dengan Unib terkait hal tersebut. Ini akan menguntungkan pelamar luar Kaur, yang tak perlu jauh-jauh ke Kaur untuk ikut tes CPNS seperti tahun lalu.

“Untuk lokasi CPNSnya sudah final kita laksanakan di Bengkulu tahun ini, tempatnya di Unib. Untuk tes tetap akan melaksanakan CAT, kalau sebelumnya CAT UNBK. Namun untuk tahun ini semuanya akan menggunakan CAT BKN langsung,” kata Kepala BKD dan PSDM Kaur Arsal Adelin melalui Kabid Mutasi Yosi Afriyanti.

Lebih lanjut Kabid Mutasi mengatakan untuk tahun 2019 ini nilai ambang batas (passing grade) untuk seleksi kemampuan dasar bagi peserta tes CPNS totalnya harus 271, lebih rendah dari tahun sebelumnya. Dengan rincian passing grade SKD untuk tes wawasan kebangsaan harus mendapat nilai minimal 65. Kemudian untuk nilai tes intelegensia umum nilainya minimal 80 dan  tes karakteristik pribadi (TKP) peserta harus mendapatkan nilai 126.

Passing grade ini juga berbeda untuk wilayah lain. Seperti Papua dan juga bagi formasi penyandang disabilitas. Untuk itu para peserta harus mulai menyiapkan diri agar bisa mendapatkan nilai tertinggi. Untuk itu lokasi formasi CPNS yang akan didaftar juga harus tepat. Karena bisa menentukan, jika pesaingnya sedikit.

“Untuk passing grade jelas itu untuk Kaur dan Bengkulu 271 totalnya. Namun untuk nilai minimum untuk tes wawasan kebangsaan, tes intelegensia umum dan TKP pun diatur jelas. Jadi semuanya harus diatas nilai passing grade yang sudah ditentukan,” pungkas Kabid Mutasi.

Sementara itu, terkait dengan tes CPNS aktivitas di Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kaur masih sepi. Apalagi hingga Jum’at (15/11) belum ada berkas yang masuk dari kantor POS ke Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Sementara pelamar CPNS pun tidak lagi repot-repot datang ke Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia untuk melihat pengumuman formasi CPNS karena sudah bisa diakses secara online.

Kendati aktivitas di Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia sepi, namun para pelamar CPNS hampir setiap hari menyerbu Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kaur. Mereka datang untuk melakukan perbaikan KK, NIK bahkan ada yang membuat KTP. Namun yang paling banyak adalah peserta yang datang untuk melakukan legalisir KK, KTP dan sebagainya yang diperlukan untuk mendaftar CPNS.

Dari pantauan RB, sejak pagi Disdukcapil Kaur ramai didatangi calon pelamar CPNS dari berbagai kecamatan yang ada di Kaur. Tidak hanya itu saja, mereka pun bahkan rela antrean untuk mendapatkan legalisir dari petugas Disdukcapil. Sehingga banyak yang harus duduk di lantai kantor tersebut menunggu antrean.

“Mau legalisir pak, jadi harus tunggu karena ramai, kami dari Padang Guci pagi tadi berangkat mau mengejar kelengkapan berkas untuk melamar CPNS di Kaur. Karena banyak kami harus sabar makanya datang pagi. Kalau siang kami takut yang datang akan ramai lagi pak,” kata Fitri warga Padang Guci.

Dengan banyaknya calon pelamar CPNS yang datang, menurut Sekretaris Disdukcapil Kaur Yanuar Afriko satu hari bisa melayani lebih dari 150 orang yang mau legalisir. Kendati demikian pihaknya pun memastikan kalau tidak ada pungutan dari petugas kepada peserta yang melakukan  legalisir dan sebagainya.

“Mulai dari hari Senin hingga saat ini jum’at (15/11) yang banyak datang ke Dukcapil calon pelamar CPNS. Dan sudah ribuan lembar yang sudah kita legalisir, karena setiap orang itu 10 lembar. Namun kita pastikan tidak ada pungutan dan ini sudah kita wanti-wanti sejak awal laporkan jika ada petugas yang melakukan pungutan,”  tegas Afriko. (cik)

Berita Lainnya

Turunkan Angka Kematian, Puskemas Gandeng Dukun Bantu Persalinan

KOTA BINTUHAN – Untuk menekan angka kematian ibu dan anak saat melahirkan, Kamis (5/12) Puskesmas ...

error: Content is protected !!