Senin , 27 Januari 2020
Home / Breaking News / 5.546 Baby Lobster Dilepasliarkan di Perairan Pulau Tikus

5.546 Baby Lobster Dilepasliarkan di Perairan Pulau Tikus

BABY LOBSTER : Proses pelepasan 5.546 baby lobster oleh Lanal Bengkulu bersama dengan Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Provinsi Bengkulu. (foto : hasrul/rb)

BENGKULU – Sebanyak 5.546 baby lobster  yang didapatkan dari hasil pengungkapan oleh tim F1QR Lanal Bengkulu di Kabupaten Kaur pada Minggu (17/11) dilepasliarkan di perairan Pulau Tikus.  Pelepasan dilakukan Lanal Bengkulu bersama dengan Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Provinsi Bengkulu.

“Alasan dilepasliarkan di Pulau Tikus karena sesuai dan cocok dengan habitatnya bagi baby lobster, sehingga diharapkan dapat berkembang biak. Kawasan pulau tikus merupakan kawasan konservasi Provinsi Bengkulu,” kata Danlanal Bengkulu Letkol Laut (P) Yustus Nasarius Rossi.

Danlanal menerangkan, untuk pengepul baby lobster yang digerebek berinisial, Ba tersebut saat ini masih dalam proses pencarian. Mereka juga mengimbau kepada yang bersangkutan untuk dapat menyerahkan diri guna memudahkan proses hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kita mengharapkan agar yang bersangkutan beritikad baik untuk menyerahkan diri untuk memudahkan proses hukum sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku,” tambahnya.

Sekadar mengingatkan, sebelumnya Lanal Bengkulu menggerebek kediamanan, Ba yang diduga melakukan pengepulan terhadap baby lobster. Saat itu ditemukan barang bukti berupa 5.646 ekor baby lobster dengan jenis mutiara dan pasir. Dari jumlah itu sebanyak 100 Bbaby lobster dalam kondisi mati saat perjalanan untuk dibawa ke Bengkulu.  Untuk baby lobster yang masih hidup, setelah sempat dibawa ke BKIPM, selanjutnya langsung dilepasliarkan. (zie)

Berita Lainnya

Antisipasi Virus Corona, Dinkes Provinsi Siapkan Rakor Bersama Instansi Terkait

BENGKULU– Cepatnya penyebaran virus Corona yang berasal dari Wuhan China saat ini sudah diantisipasi berbagai ...

error: Content is protected !!