Jumat , 6 Desember 2019
Home / Metropolis / Kekurangan Reward Porwil Pasti Dibayar

Kekurangan Reward Porwil Pasti Dibayar

MEDALI: Atlet yang berhasil menjuarai salah satu cabang olahraga dalam Porwil X Sumatera beberapa waktu lalu. (foto : dok/rb)

BENGKULU – Pemprov Bengkulu memastikan akan membayar kekurangan reward atlet Bengkulu yang telah meraih medali pada Porwil X Sumatera. Kekurangan akan diusulkan dalam pembahasan APBD 2020. Lantaran anggaran dialokasikan Rp 2,5 miliar untuk reward belum mencukupi untuk membayar seluruh perolehan medali yang di luar target.

Penjabat (Pj) Sekdaprov Bengkulu, Drs Hamka Sabri mengatakan kekurangan pembayaran reward atlet Bengkulu yang berhasil meraih medali Porwil akan diusulkan dalam pembahasan APBD 2020. Sudah masuk dalam Rancangan Anggaran Biaya (RAB) pembahasan APBD 2020 mendatang. “Kekurangan akan kita usulkan dalam pembahasan di APBD 2020. Jadi tidak perlu khawatir, kekurangan itu tetap akan dibayar tahun depan,” kata Hamka.

Kekurangan anggaran pembayaran reward atlet ini diperkiran sampai Rp 1,874 miliar. Sebab, anggaran Rp 2,5 miliar sebelumnya jika dibayarkan untuk peraih medali emas sebanyak 25 medali dengan nilai reward Rp 100 juta, maka hanya cukup untuk membayar medali emas saja. Sedangkan reward untuk peraih medali peraih Rp75 juta dan medali perunggu Rp 50 juta belum bisa dibayarkan secara keseluruhaan. Mengingat Bengkulu berhasil meraih peringkat ketiga dengan total medali 56, yaitu emas 25 medali, perak 13 medali dan perunggu 18 medali.

“Janji tentu harus dibayarkan, tidak perlu khawatir kekurangan akan kita anggarkan tahun depan. Itu kewajiban pemerintah,” tegas Hamka.

Hamka menerangkan, kekurangan anggaran reward itu memang tidak diduga. Pada awalnya Bengkulu di Porwil X Sumatera hanya menargetkan 10 medali emas. Namun setelah selesai pertandingan, peraihan medali diluar dugaan, sampai lebih dari dua kali lipat. Yaitu 25 medali, baik emas, perak maupun perunggu.

“Ini memang prestasi yang membanggakan. Tapi memang di sisi lain kita tidak menyangka kekurangan pembayaran reward. Komitmen pemerintah tetap jelas, akan tetap dibayarkan,” tambah Hamka.

Untuk itu, para atlet yang telah mendapatkan medali untuk tetap bersabar menunggu tahun depan. Ketika dialokasikan dalam APBD 2020 dan bisa direalisasikan pembayaran, maka akan langsung diberikan kepada para atlet yang sudah berprestasi. Hamka juga meminta para atlet untuk bisa fokus latihan persiapan menuju PON 2020 di Papua. Agar nama Bengkulu kembali terangkat ditingkat nasional dalam mendulang prestasi olahraga.

“Kita harus persiapkan untuk masuk ke PON. Tantangan kedepan akan semakin berat,” ungkap Hamka.

Lanjutnya, meskipun Bengkulu baru perdana menjadi tuan rumah event olahraga se Sumatera Sumatera, namun sudah berhasil sukses. Upaya ini harus tetap diapresiasi, sehingga kedepan, event nasional olahraga bisa digelar di Provinsi Bengkulu. “Yang terpenting, Porwil di Bengkulu ini sukses dan kita apresiasi kepada semua pihak yang sudah sama-sama membantu mensukseskan Porwil ini,” demikian Hamka. (key)

Berita Lainnya

Disperindag Bakal Cabut Izin Pangkalan Gas Tak Sesuai Kontrak

BENGKULU–  Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan  (Disperindag) Kota Bengkulu, Dewi Dharma akan menindak tegas pangkalan ...