Senin , 16 Desember 2019
Home / Metropolis / Rumah Potong Hewan Mulai Rusak

Rumah Potong Hewan Mulai Rusak

Meninjau: Petugas jagal di Rumah Pemotongan Hewan tengah menyembelih sapi saat dikunjungi oleh Asisten II Pemkot dan Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota, (15/11) Pukul 23.00 WIB. (foto : ist/rb)

BENGKULU – Asisten II Pemerintah Kota Bengkulu Dra. Zuliyati bersama PLT Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bengkulu Ir. Sufatman, Jumat (15/11) Pukul 23.00 WIB mendatangi Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Kelurahan Padang Serai Kota Bengkulu. Kedua pejabat Pemkot Bengkulu itu meninjau langsung langsung proses pemotongan hewan yang akan di konsumsi oleh warga. Selain itu banyak temuan yang didapatkan. Yaitu, gedung yang perlu direnovasi dan pemanfaatan yang belum optimal.

Asisten II Pemerintah Kota Bengkulu Dra. Zuliyati menjelaskan kalau setiap malamnya RPH ini paling sedikit 10 ekor melakukan pemotongan hewan dan paling banyak biasanya sampai 13 ekor. Mengenai lahan dan bangunan RPH secara umum masih milik pemprov. Pemkot hanya sebagai pengelola pemotongan hewan untuk kebutuhan masyarkat. Masyarakat yang membeli daging bukan hanya dari Kota Bengkulu saja tetapi ada juga dari Seluma, Kepahiang dan Bengkulu Utara.

Dia menambahkan mengenai bangunan dan sarana memang harus ada perbaikan, seperti tembok sekeliling yang ada di RPH ini sudah roboh semua. Seandainya ada sapi yang lepas itu kan bisa menjadi sebuah masalah. Gedung RPH ini memang perlu adanya renovasi karena sudah kurang layak dan sempit untuk melakukan pemotongan hewan sebanyak 10 sampai 15 ekor sapi.

“Kalau dulu okelah kita hanya memotong satu hari itu hanya 6 sampai 8 sapi kalau sekarang sudah mencapai 10 sampai 15 sapi dalam sehari. Selain bangunan dari segi kandang juga harus di tambah karena ada juga beberapa pengusaha yang ingin meletakan sapinya disini tidak bisa karena kandang sapinya kurang, “Ujarnya.

Untuk kedepannya Pemkot akan melakukan koordinasi dengan Pemprov mengenai RPH ini. kalau memang pemprov tidak bisa menghibahkan dengan pemkot setidaknya ada renovasi dan penambahan yang harus di lakukan di RPH.

PLT Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bengkulu mengatakan kalau PAD Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian di tahun 2019 ini Rp 300 juta sedangkan PAD di tahun ini sampai dengan bulam november ini masih sekitar Rp 200 juta. Kemudian di 2020 diberikan target Rp 350 juta. Mengenai warga yang ingin memotong sapinya di RPH akan dikenakan biaya sebesar Rp 60 ribu per ekor.

“Untuk mencapai target PAD di tahun 2020 kami akan mencoba berbagai upaya, antara lain nanti kami juga akan melakukan penertiban dan imbauan supaya tidak ada lagi pemotongan yang dilakukan di luar RPH, “Jelasnya.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan membenarkan kalau ada peninjauan yang dilakukan Asisten II dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bengkulu ke RPH. Menurutnya ini merupakan hal yang positif sekali dilakukan oleh keduanya. Supaya mereka mengetahui secara langsung kondisi dan kendala di lapangan. Mengenai kendala dia menyebutkan ruang pemotongan hewan yang perlu benahi karena terlalu sempit dan lantai yang sudah mulai berlobang. Setelah itu mengenai kandang sapinya masih kurang di tambah adanya peternak sapi lain yang ingin menitip di RPH ini. (cw2)

 

Berita Lainnya

Jamkesda Hanya Sanggup Akomodir 23 Ribu Warga

BENGKULU – Pemprov Bengkulu mengalokasikan dana bagi hasil dari pajak rokok sebesar Rp 12 miliar ...

error: Content is protected !!