Jumat , 6 Desember 2019
Home / Berita utama / Tolak Pelamar CPNS 2019 Transgender

Tolak Pelamar CPNS 2019 Transgender

JAKARTA– Persyaratan CPNS Kementerian Perdagangan dan Kejaksaan Agung menimbulkan tanda tanya. Sebab, dua instansi tersebut menyebut pelamar tidak memiliki kelainan orientasi seks dan kelainan perilaku (transgender).  Direktur Lembaga Bantuan Hukum Masyarakat, Ricky Gunawan menilai, pemerintah memiliki kebencian sekaligus ketakutan luar biasa terhadap homoseksual. Padahal, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mencabut homoseksual dari daftar gangguan jiwa. Demikian pula dalam Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa edisi III Kementerian Kesehatan 1993 telah menghapus homoseksual sebagai gangguan jiwa.

“Persyaratan rekrutmen yang tidak menerima LGBT adalah persyaratan diskriminatif. Merekrut dan menempatkan seseorang ke dalam fungsi kerja tertentu dinilai berdasarkan kompetensi. Menolak seseorang diterima kerja hanya karena orientasi seksual atau identitas gendernya adalah wujud diskriminasi langsung,” beber Ricky.

Jika demikian, bentuk diskriminasi LGBT sebagai warga negara Indonesia untuk mendapatkan pekerjaan. Padahal dalam Undang Undang Dasar (UUD) 1945 pasal 27 ayat 2 tertulis, bahwa tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan layak bagi kemanusiaan. Ditambah, dalam Undang Undang (UU) Nomor 39 tahun 1999 tengan hak asasi manusia pasa 38 ayat 1 samapi 4 yang mengatur soal hak-hak semua manusia atas pekerjaan.

Juga, UU nomor 11 tahun 2005 tentang pengesahaan konvenan internasional tentang hak-hak ekonomi, sosial, dan budaya. Di dalamnya, negara mengakui hak untuk bekerja kepada setiap orang dan memperkenankan setiap orang untuk bebas memilih pekerjaan. Bisa dibilang, dengan persyaratan tersebut tes CPNS telah melanggar konstitusi. (han)

Berita Lainnya

PLTU Bengkulu Tidak Mencemari Lingkungan Kelurahan Teluk Sepang

BENGKULU- Adanya isu penolakan atas keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bengkulu 2×100 MW yang ...

error: Content is protected !!