Jumat , 6 Desember 2019
Home / Metropolis / 3,52 Juta Tabung Gas Subsidi untuk Kota Bengkulu

3,52 Juta Tabung Gas Subsidi untuk Kota Bengkulu

Dewi Dharma

BENGKULU – Tahun 2020, Kota Bengkulu mendapatkan jatah tabung gas elpiji 3 kilogram sebanyak 3,52 juta tabung. Jumlah ini sama dengan kuota tahun ini, tidak ada penambahan. Lantaran dinilai sudah mencukupi untuk kebutuhan warga Kota Bengkulu. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bengkulu Dewi Dharma. “Untuk mengajukan penambahan harus mengusulkan ke Pertamina pusat, dengan alasan yang tepat,” terang Dewi Dharma.

Dia memaparkan, 3,52 juta tabung gas elpiji subsidi per tahun itu, didistribusikan per bulannya sebanyak 293.805 tabung. Kemudian per harinya 11.300 tabung, selama 26 hari kerja. Kuota ini dinilai sudah sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar gas bagi warga miskin Kota Bengkulu.

Hanya saja, saat ini penggunaan gas ini disalahgunakan. Gas yang harusnya diperuntukkan bagi orang miskin, masih ditemukan ada pengusaha yang menggunakannya, seperti usaha rumah makan. Selain itu, ada juga pangkalan yang menjual gas subsidi ini ke warung. Padahal ini tidak boleh dilakukan, sebab warung bisa saja menjual gas subsidi ini dengan harga jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) yakni Rp 15.300 ribu per tabung, untuk Kota Bengkulu. Ini lah yang selama ini membuat gas subsidi ini seakan-akan langka.

“Untuk para pangkalan jangan pernah melakukan penjualan kepada pengecer karena memang ada peraturannya dari Pertamina mengenai larangan pangkalan memberikan gas tersebut kepada warung pengecer. Sebenarnya untuk para pengecer dalam menjual gas juga jangan terlalu mahal dan harganya harus di bawah Rp 20 ribu, ” katanya.

Untuk menjaga agar stok gas elpiji subsidi ini tersedia di masyarakat, Disperindag Kota Bengkulu akan berkoordinasi dengan Pertamina. Selain itu juga akan melakukan sidak secara internal. “Kita akan melakukan sidak,” terangnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Bengkulu Teuku Zulkarnain mengatakan Disperindag harus memiliki kuota cadangan. Apalagi Bengkulu merupakan daerah bencana. Jika terjadi bencana alam, aka nada permintaan yang melonjak terhadap gas. Selai itu juga untuk mengantisipasi ketika terjadi kelangkaan gas yang membuat harga naik. “Sehingga harus ada cadangan,” terangnya.

Dia menjelaskan, operasi pasar juga harus lebih diperketat. Untuk mencegah terjadinya penimbunan gas. Sehingga gas subsidi ini dari agen langsung disalurkan ke distributor hingga ke rumah tangga pengguna. “Yang memakai tabung gas ini orang yang berhak, yakni orang yang ekonomi rendah. Jangan sampai yang mampu mengambil hak yang subsidi,” terangnya.

Pengawasan penggunaan tabung gas subsidi ini harus diperketat. Disperindah harus tahu jaring distribusi dan tahu siapa saja pemakai tabung gas subsidi ini. “Sehingga bisa terawasi dengan baik,” tutupnya.(cw2)

Berita Lainnya

Lelang Sekda Harus Lebih Dari 3 Peserta

BENGKULU – Jumlah pendaftar seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Madya (JPTM) di lingkungan Pemprov Bengkulu, ...

error: Content is protected !!