Jumat , 6 Desember 2019
Home / Daerah / Mukomuko / Dana Insentif Daerah, Mukomuko Hanya Raih Tiga Kategori

Dana Insentif Daerah, Mukomuko Hanya Raih Tiga Kategori

MUKOMUKO – Kabupaten Mukomuko hanya meraih tiga kategori untuk dana insentif daerah (DID) tahun mendatang. Padahal untuk dapat DID maksimal, pemerintah pusat menyediakan 24 kategori.

Adapun tiga kategori yang diraih Mukomuko, untuk pendapatan dari pusat yakni kategori angka partisipasi murni Mukomuko diberikan alokasi Rp 10,8 miliar. Kemudian kategori kemandirian daerah, dapat Rp 13,4 miliar. Lalu kategori mandatory spending diberikan Rp 250 juta.

‘’Total DID yang kita dapatkan untuk tahun 2020 hanya Rp 24,4 miliar,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Mukomuko, Haryanto, SKM.

Ia tidak menampik, banyak kategori yang gagal diraih Mukomuko. Seperti kategori peningkatan investasi, peningkatan ekspor, efektivitas pengelolaan belanja daerah, kualitas realisasi belanja, kualitas belanja modal Pendidikan, kualitas belanja modal kesehatan dan kategori pembiayaan kreatif.

Berikut yang juga gagal diraih Mukomuko, kategori ketepatan waktu pelaporan, kategori pelayanan dasar publik bidang Pendidikan, kategori peta mutu Pendidikan, kategori rata-rata nilai ujian nasional dan kategori penanganan stunting.

Termasuk bidang kategori balita yang mendapatkan imunisasi lengkap, kategori persalinan di fasilitas kesehatan, kategori sumber air minum layak, dan kategori akses sanitasi layak.

Lainnya, kategori persentase penduduk miskin, kategori indeks pembangunan manusia, kategori penyelenggaraan pemerintahan, kategori perencanaan pembangunan daerah.

Kemudian kategori sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (SAKIP), inovasi daerah, kategori inovasi pelayanan publik, kategori inovasi pemerintahan daerah dan kategori pengelolaan sampah.

“DID murni penghargaan dari pemerintah pusat. Artinya dana tersebut tidak ada kewenangan dari kabupaten mengajukan. Secara keseluruhan, DID kita ada kenaikan dibandingkan tahun 2019,” jelas Haryanto.

Tetapi Haryanto tak menampik jika terjadi perbedaan asumsi pendapatan daerah dari sektor DID. Karena itu, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Mukomuko akan melakukan penyesuaian dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun anggaran 2020.

“Penyesuaian dilakukan, karena asumsi DID saat penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran 2020 dibuat lebih tinggi dari perolehan tersebut,” demikian Haryanto.(hue)

Berita Lainnya

226 Sambungan Rumah, Kuras Dana Alokasi Khusus Rp 1,4 Miliar

MUKOMUKO – Kegiatan sambungan rumah jaringan air bersih akan dilakukan tahun depan. Dana yang disiapkan ...

error: Content is protected !!