Senin , 9 Desember 2019
Home / Daerah / Bengkulu Utara / Nama Desa Di Sertifikat Beda

Nama Desa Di Sertifikat Beda

SENGKETA : tujuh warga sebagai Penggugat dan Pejabat Pemkab Bengkulu Utara saat menunggu sidang Kamis (14/11) lalu. (foto: shandy/rb)

ARGA MAKMUR – Meskipun belum melalui tahap pertama persidangan yaitu mediasi, namun kedua pihak sudah siap-siap akan melanjutkan persidangan ke tahap pembuktian jika memang mediasi gagal. Hal ini terkait gugatan tujuh warga Desa Lubuk Sahung masing-masing Ahmad Hadi, Arman, Katila, Rosbawani, Abdul Akip dan Nahir terhadap Pemkab Bengkulu Utara terkait lahan SD 16 Arga Makmur atau SD Model.

Pengacara tujuh warga tersebut, Kristiatmo Nugroho, SH menyatakan kesiapannya jika mediasi nanti tak menemui titik temu. Pasalnya diberbagaikesempatan Pemkab menegaskan tak akan melepaskan lahan tersebut lantaran sudah memiliki sertifikat yang sah.

Kristianto sudah melihat fotokopi sertifikat yang dimaksud Pemkab Bengkulu Utara sebagai sertifikat 8 hektare lahan SD Model tersebut. Ia menilai sertifikat yang dimiliki Pemkab Bengkulu Utara bukanlah atas lahan yang kini menjadi objek sengketa. “Di sertifikat tersebut tertulis lahan 8 hektare berada di Desa Karang Suci. Jelas objeknya salah,” katanya.

Sedangkan surat keterangan tanah yang dimiliki ketujuh warga jelas menegaskan jika lahan mereka terletak di Desa Lubuk Sahung yang merupakan lokasi SD Model.(qia)

Berita Lainnya

Kapasitas Kapal Terbatas, Angkut Hasil Panen Pisang Terendah

ARGA MAKMUR – Sebulan ini masyarakat Kecamatan Enggano mengeluh, sebagian besar pisang hasil perkebunan warga ...

error: Content is protected !!