Rabu , 11 Desember 2019
Home / Metropolis / Belanja di Stand Pasar Rakyat, Bayar Pakai Linkaja dan OVO

Belanja di Stand Pasar Rakyat, Bayar Pakai Linkaja dan OVO

SCAN: Penikmat kopi Bengkulu di Pesisir Coffee Corner sedang melakukan scan menggunakan aplikasi Linkaja, yang diarahkan ke QRIS dari Bank Indonesia. (foto: iksan/rb)

BENGKULU – Festival Pesisir Pantai Panjang  16-19 November di lapangan Sport Center Pantai Panjang menyediakan konten Pesisir Coffee Corner dan Pasar Rakyat. Menarik dari dua konten ini, adalah dari cara pembayarannya tidak dilakukan secara tunai. Melainkan dengan cara non tunai menggunakan pembayaran berbasis server yang kerap terdapat di Smartphone yakni Linkaja dan OVO.

Pantauan RB dilokasi Pesisir Coffee Corner berjejer puluhan stand yang menjajakan minuman kopi asli dari Bengkulu dengan berbagai varian dan rasa. Kemudian dari pantauan Pasar Rakyat terdapat sekitar puluhan usaha kecil berbagai sektor kuliner, kraft, asesoris, makanan ringan, minuman dan kerajinan. Bank Indonesia bersama Dinas Perindag Provinsi dan Pariwisata Provinsi sangat mendorong penggunaannya dengan mengerahkan UMKM untuk  berpartisipasi.

Diana Penjaga stand Neron Kopi di Pesisir Coffee Corner membenarkan pembayaran  mengggunakan pembayaran berbasis server dengan cara mengarahkan aplikasi yang terdapat dalam smartphone untuk  melakukan pindai atau scan ke barcode dari Bank Indonesia yang diberi nama Quick Respon Indonesian Standart (QRIS), agar pembayaran semakin efektif dan efisien.

Cara menggunakannya sangat simpel dan mudah. Setelah dipindai pembayaran langsung terjadi sesuai harga yang harus dibayar. Sejauh ini kata Diana cara pembayaran tidak ada kendala. Transaksi yang dilakukan pembeli selalu berhasil. ‘’Alhamdulillah untuk  di Neron Kopi, penyekenan atau transaksi dari Sabtu lalu sudah mendekati 100 kali,‘’ jelasnya di lokasi.

Dari lokasi Pasar Rakyat, RB menuju lokasi Kube Kotaku yang menjual berbagai macam makanan ringan. Desma penjaga stand membenarkan pembayaran non tunai dilakukan. ‘’Kalau ada pembeli yang membayar dengan tunai, kita tidak terima dan kita arahkan dulu untuk  mendowload aplikasi Linkaja atau ke OVO untuk  pembayaran. “Kebanyakan kita arahkan ke Linkaja di Telkomsel,‘’ paparnya.

Sementara itu Ero (27) ditemui di lokasi Neron Kopi mengaku, senang dengan cara pembayaran non tunai. Ia sengaja memakai aplikasi Linkaja yang sudah digunakannya saat masih bernama T-Cash dan merupakan produk dari Telkomsel. ‘’Kalau namanya masih T-Cash dulu, ini sudah saya pakai sejak 2 tahun lalu, ‘’paparnya. Ia memilih Linkaja lantaran banyak  cashback yang bisa dinikmati.

Sementara itu, Bank Indonesia hadir disetiap makna Indonesia. Dibuktikan dengan Bank Sentral Republik Indonesia ini hadir di tiga konten sekaligus dalam agenda Festival Pesisir Pantai Panjang Provinsi Bengkulu tahun 2019. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Joni Marsius mengatakan Bank Indonesia memperkenalkan QRIS sebagai cara pembayaran yang efesien berbasis server. Agenda BI, ini ternyata mendapat dukungan penuh dari Dinas Koperasi UMKM dan Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu  yang mendorong pelaku UMKM agar mulai menggunakan cara non tunai ini.

‘’Kamipun mengerahkan UMKM binaan kami, seperti sirup kalamansi, batik besurek, gula semut dan lain-lain agar pembayarannya juga menggunakan cara scan itu, ‘’jelasnya kepada RB.  Pembayaran non tunai berbasis server yang kerap hadir di smartphone masyarakat ini kata Joni memiliki keunggulan yang tidak dimiliki saat kita membayar secara tunai.

Keunggulannya antara lain bisa menghindari kerusakan uang atau uang menjadi cepat lecek, termasuk resiko uang hilang atau menerima pembayaran menggunakan uang palsu. QRIS sendiri memungkinkan terjadinya transaksi pembayaran, meskipun aplikasi yang digunakan antara pembeli dan penjual berbeda. Secara resmi Bank Indonesia kata dia, akan mewajibkan pengunaan QRIS diseluruh wilayah Indonesia terhitung mulai 1 Januari 2020 mendatang.  QRIS adalah adalah standar QR Code pembayaran untuk sistem pembayaran Indonesia yang dikembangkan oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), sudah diuji coba sejak setahun lalu, dan dilucurkan 17 Agustus lalu, serta diberlakukan mulai Januari 2020. ‘’Intinya Bank Indonesia fokus hadir untuk  menggalakkan cara non tunai ini,‘’ paparnya (iks)

Berita Lainnya

Pemprov Bengkulu ‘Jemput Bola’ Terkait Penuntasan Kawasan TWA

BENGKULU– Wakil Gubernur Bengkulu Dedy Ermansyah mengatakan akan segera berkoordinasi ke Kementerian Kehutanan Republik Indonesia ...

error: Content is protected !!