Senin , 16 Desember 2019
Home / Daerah / Bengkulu Utara / Dana Dialihkan Tanpa Persetujuan Dewan, Pertanyakan Perekrutan Guru Bantu Daerah

Dana Dialihkan Tanpa Persetujuan Dewan, Pertanyakan Perekrutan Guru Bantu Daerah

HEARING: Dewan mempertanyakan soal perekrutan Guru Bantu Daerah dalam hearing dengan Dispendik Bengkulu Utara, Senin (18/11). (foto:shandy/rb)

ARGA MAKMUR – Tiga Komisi DPRD Bengkulu Utara melakukan hearing pembahasan APBD 2020, Senin (18/11). Menariknya dalam hearing yang dilakukan Komisi I dengan Dinas Pendidikan Bengkulu Utara. Hearing panas saat Komisi I menilai ada kejanggalan dalam belanja dan perekrutan Guru Bantu Daerah.

Ketegangan berawal saat Kadispendik Bengkulu Utara, Dr. Agus Haryanto, MM menyampaikan jumlah Guru Bantu Daerah tahun depan sebanyak 1.128 Guru Bantu Daerah. Sedangkan dalam laporan yang disampaikan Pemkab ke dewan hanya sebanyak 991 Guru Bantu Daerah. Setelah dicek ternyata perekrutan Guru Bantu Daerah yang dilakukan awal bulan lalu hanya untuk 33 Guru Bantu Daerah, namun yang dilaksanakan Dispendik justru sebanyak 70 Guru Bantu Daerah.

Ketua Komisi I, Febri Yurdiman merasa heran karena penambahan perekrutan 37 orang Guru Bantu Daerah tersebut tanpa sepengetahuan dewan. Sedangkan Dispendik menggunakan dana tambahan dengan total hampir Rp 70 juta dari alokasi dana sebelumnya yang hanya Rp 30 juta.      “Saya tidak mau ada bahasa sisipan-sisipan, dalam pembahasan harus jelas. Mengapa ada penambahan dan penggunaan anggaran yang justru tidak diketahui dewan,” tanyanya.

Selain itu, jumlah Guru Bantu Daerah yang dilaporkan Dispendik juga tidak sesuai dengan data DPRD. Sehingga ia merasa banyak kejanggalan dalam penggunaan anggaran tersebut. “Saya tidak mau ada yang tidak pasti, dalam pembahasan DPRD semuanya pasti. Jangan buat di kemudian hari kita susah semua,” tegas Febri.

Tak hanya itu, anggota Fraksi Golkar Tommy Sitompul juga menilai Dispendik tidak siap. Pasalnya beberapa data yang diinginkan dewan tidak bisa disampaikan baik itu terkait Guru Bantu Daerah maupun terkait kekurangan guru di Bengkulu Utara.“Kita minta data detail, terkait Guru Bantu Daerah yang baru kita ingin tahu penempatannya. Kekurangan guru kita berapa dan untuk mata pelajaran apa. Kita pasti mendukung karena ini terkait pendidikan, namun dengan data yang lengkap,” ungkap Tommy.

Menanggapi itu, Kadispendik Agus Haryanto mengatakan akan menyusulkan data yang diinginkan dewan. Terkait penambahan perekrutan Guru Bantu Daerah, hal ini lantaran sejak awal ada kekurangan 33 Guru Bantu Daerah disebabkan Guru Bantu Daerah yang lama mengundurkan diri. Dana tes akan menggunakan dana honor 33 Guru Bantu Daerah yang tidak terserap pada bulan Oktober dan akan dilaksanakan pada bulan yang sama. Namun karena tes dilakukan November, ada honor 33 Guru Bantu Daerah November yang juga digunakan untuk penambahan. “Memang penambahan perekrutan itu dengan pertimbangan kekurangan. Dengan penambahan 70 Guru Bantu Daerah, kita juga masih kekurangan tenaga pendidik,” ujar Agus.(qia)

Berita Lainnya

Pesawat 9 Penumbang Kembali Menuju Enggano

ARGA MAKMUR – Meskipun hanya satu kapal motor yang bisa mengangkut penumpang dari Kota Bengkulu ...

error: Content is protected !!