Minggu , 15 Desember 2019
Home / Breaking News / Ini Dia 5 IPAL yang Melengkapi PLTU Bengkulu 2×100 MW

Ini Dia 5 IPAL yang Melengkapi PLTU Bengkulu 2×100 MW

BENGKULU– Sebagai bentuk perlindungan terhadap lingkungan, PLTU Bengkulu 2×100 MW dilengkapi dengan lima instalasi sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). HSE Engineer PT. Tenaga Listrik Bengkulu, Zulhelmi Burhan mengatakan ada dua pencemaran yang biasa dikenal masyarakat. Yakni pencemaran air dan udara.

“Untuk mengantisipasi pencemaran air sudah ada treatmentnya. Sehingga air yang keluar dari PLTU tidak mencemari lingkungan,” terang putra kelahiran Bengkulu Selatan ini.

Lima instalasi IPAL yang ada di PLTU Bengkulu 2×100 MW adalah Pertama Wastewater Treatment Plant yang berfungsi mengolah air limbah dari Boiler, Demineralisasi dan aktifitas dari penggunaan bahan kimia dalam proses produksi, Kedua Coal Water Treatment Station yang berfungsi untuk mengolah air lindi lokasi stockpile batubara, Ketiga Ash Water Treatment Station yaitu instalasi untuk mengolah air limpasan lokasi penumpukan abu batubara. Keempat Sewage Treatment Plant yaitu instalasi unutk mengolah limbah yang dihasilkan dari kegiatan domestik (kamar mandi, toilet, pencucian lantai kerja, wastafel, dll red). Dan yang Kelima adalah Oily Water Treatment Plant, yakni instalasi untuk mengolah air yang tercampur dengan minyak selama proses produksi.

“Air keluaran hasil pengolahan IPAL tersebut digunakan sebagai reuse water untuk menyiram tumpukan batubara, abu batubara dan jalan. Adapun air pendingin yang dibuang ke laut adalah air laut yang sudah melewati proses pendinginan di Siphon Well dan memenuhi baku mutu yang dipersyaratkan” paparnya.

Bagaimana dengan pencemaran udara dari hasil pembakaran?, Debu maupun abu hasil pembakaran dikatakan Zulhemi akan ditangani oleh alat penangkap debu/abu yang dikenal dengan Electrostatic Precipitator (ESP). Debu atau abu tersebut akan dikumpulkan, sedangkan asap yang melewati ESP dialirkan melalui cerobong asap untuk dibuang ke udara memenuhi peraturan yang berlaku di Indonesia.

“Penggunaan kembali Abu hasil pembakaran akan dikelola oleh pihak ketiga yang berizin. Abu ini nantinya dapat digunakan sebagai bahan baku alternatif material bangunan seperti Semen, Batako dll.,” ujarnya.

Terkait pengangkutan batubara yang menjadi bahan bakar utama, ia menambah PLTU Bengkulu 2×100 MW menggunakan jalur laut. PLTU Bengkulu membangun sendiri pelabuhan bongkar muat batubara, dermaga ini dilengkapi dengan peralatan conveyor belt tertutup untuk menggantikan metode pengangkutan batubara konvensional dan mengatasi polusi di udara.

“Selain untuk upaya pengurangan polusi debu dan kerusakan jalan, transportasi batubara melalui jalur laut itu lebih aman, walaupun biayanya besar karena harus membangun dermaga. Namun ini kita lakukan untuk sebagai bentuk upaya mengurangi pencemaran udara di lingkungan kita. Bayangkan berapa banyak debu yang dihasilkan jika sekitar 2.500 -2.700 ton/hari batubara diangkut melalui jalur darat menggunakan truck,” pungkasnya. (adn)

Berita Lainnya

DKP Pastikan PLTU Tidak Cemari Laut Bengkulu

BEBGKULU– Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Bengkulu beberapa hari yang lalu telah mengambil sampel ...

error: Content is protected !!