Senin , 9 Desember 2019
Home / Breaking News / PLTU Bengkulu 2×100 MW Pastikan Jadi Industri Ramah Lingkungan

PLTU Bengkulu 2×100 MW Pastikan Jadi Industri Ramah Lingkungan

JUMPA PERS : (Dari kiri ke kanan) General Manager PT.TLB, Mr Zhao Yong, Asisten General Manager PCR, Mr Sun Shuhua, Presiden Direktur PCR, Mr Sheng Yuming dan Wakil General Manager PCR, Mr Xu Qingyuan saat menggelar jumpa pers usai perayaan Sinkronisasi Unit#1 PLTU Bengkulu. (foto : hakim/rb)

BENGKULU-  Perlindungan terhadap lingkungan menjadi satu dari lima elemen penting selama proses pembangunan dan operasional. Ini disampaikan Presiden Direktur Power China Resources Limited, Sheng Yuming saat menggelar jumpa pers, Jumat (15/11) sore di Grage Hotel Bengkulu.

“Investasi di luar negeri merupakan hal yang penting, kami melakukannya dengan hati-hati. Mulai dari perkembangan, pembiayaan, pembangunan dan operasional  jika telah selesai dilakukan dapat terus beroperasional 25 tahun. Untuk itu mulai dari kualitas keamanan, biaya produksi, perlindungan terhadap lingkungan perlu menjadi perhatian.” katanya.

Ia menambahkan, Indonesia merupakan Negara berpenduduk terbanyak nomor 4 di dunia, dimana Power China berinvestasi untuk pembangunan PLTU. “Sebelumnya, Power China juga berinvestasi di Pakistan, Laos, dan Nepal. Untuk PLTU Bengkulu kami sudah mencapai progress yang baik, kami melaksanakan lebih awal. Dan kami siap ikut berperan aktif dan berkontribusi lebih aktif lagi bagi masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Asisten General Manager PCR, Mr Sun Shuhua memastikan pembangunan PLTU Bengkulu 2×100 MW menjadi pembangkit listrik dengan energi bersih. Diketahui, Tiongkok merupakan negara dengan jumlah PLTU terbanyak di dunia. Sehingga Tiongkok sangat ketat dalam perlindungan lingkungan. Salah satunya dengan menggunakan alat-alat yang canggih dalam produksi, sehingga meminimalisir limbah dan polusi.

“Biasanya masyarakat mengenal PLTU dengan 2 polusi. Polusi akhir yang dibuang ke laut terbuka dan polusi udara. Dalam prosesnya, PLTU Bengkulu menggunakan air yang digunakan berasal dari air laut. Air tersebut diolah terlebih dahulu untuk menghindari korosi. Pengolahan air laut ini membutuhkan biaya yang lebih besar, namun PLTU melakukan hal tersebut untuk menjaga lingkungan. Semua air yang keluar dari PLTU tentunya sudah melewati proses pengolahan sehingga keluaran air yang dialirkan ke laut masih dibawah baku mutu yang dipersyaratkan pemerintah Indonesia,” terang Sun Shuhua.

Terkait polusi udara, Sun Shuhua menganalogikan dengan kondisi udara di Tiongkok. “PLTU Bengkulu 2×100 MW dibangun dengan menemenuhi peraturan dan standar yang berlaku di Indonesia yang mengedepankan perlindungan lingkungan. Tidak ada asap hitam, karena semua proses produksi menggunakan teknologi canggih dari Tiongkok. Kita semua hidup di satu bumi dan langit yang sama dan ini menjadi tanggungjawab bersama untuk menjaga lingkungan kita,” pungkasnya. (adn)

Berita Lainnya

Kantongi Identitas Terduga Pelaku Pembunuhan Mahasiswa Unib, Polisi Lakukan Pengembangan

BENGKULU– Polres Bengkulu terus melakukan pengembangan untuk mengungkap pelaku pembunuhan Wina Mardiani (20) mahasiswi Universitas ...

error: Content is protected !!