Sabtu , 14 Desember 2019
Home / Breaking News / Waspada Investasi Ilegal Modus Perkebunan dan Penanaman Pohon

Waspada Investasi Ilegal Modus Perkebunan dan Penanaman Pohon

JAKARTA– Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi atau Satgas  Waspada  Investasi  mengimbau  masyarakat  untuk  berhati-hati  dengan tawaran investasi ilegal berkedok perkebunan atau penanaman pohon dan sejenisnya.

“Satgas Waspada Investasi telah menghentikan kegiatan investasi perkebunan ilegal Kampung Kurma yang telah diumumkan pada 28 April 2019, karena diduga melakukan  kegiatan  usaha  tanpa  izin  dari  pihak  berwenang  dan  berpotensi merugikan masyarakat. Untuk itu kami mendorong agar korban segera membuat laporan  kepada  Kepolisian  RI,”  kata Ketua Satgas  Waspada  Investasi  Tongam  L. Tobing.

Tongam menjelaskan, sebelum diumumkan pada 28 April, pengurus Kampung Kurma telah diundang dalam rapat Satgas Waspada Investasi, namun Kampung Kurma tidak hadir. Dalam rapat tersebut, diperoleh konfirmasi dari Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, bahwa Kampung Kurma tidak memiliki izin usaha untuk melakukan kegiatan investasi perkebunan.

“Dalih   Kampung   Kurma   bahwa   mereka   melakukan   perdagangan   tidak   bisa dibenarkan, karena skema perdagangan hanya dapat dilakukan dengan cara cash and carry, bukan investasi. Satgas sudah mengajukan pemblokiran situsnya kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Selain itu, Satgas juga telah melaporkan Kampung Kurma kepada Bareskrim Polri,” kata Tongam.

Skema  bisnis  Kampung  Kurma  adalah  menawarkan  investasi  unit  lahan  pohon kurma dengan skema 1 unit lahan seluas 400m2  – 500m2  ditanami 5 pohon kurma dan akan menghasilkan Rp175 juta per tahun. Selanjutnya, pohon kurma mulai berbuah pada usia 4 – 10 tahun dan akan terus berbuah hingga usia pohon 90-100 tahun.

Menurut Tongam, modus seperti itu tidak rasional karena menjanjikan imbal hasil tinggi dalam jangka waktu singkat, tidak ada transparansi terkait penggunaan dana yang ditanamkan, dan tidak ada jaminan pohon kurma yang ditanam tersebut benar tumbuh/ tidak mati/ tidak ditebang oleh orang lain.

Selanjutnya Satgas Waspada Investasi mengimbau kepada masyarakat agar berhati- hati   dengan   penawaran   investasi   ilegal  dengan modus   penanaman   pohon, perkebunan, dan sejenisnya karena hal tersebut masih sering terjadi.

Sebelum  melakukan  investasi  masyarakat  diminta  memastikan pihak yang menawarkan investasi tersebut memiliki perizinan dari otoritas yang berwenang sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalankan. Memastikan  pihak  yang  menawarkan  produk  investasi,  memiliki  izin  dalam menawarkan produk investasi atau tercatat sebagai mitra pemasar. Memastikan jika terdapat pencantuman logo instansi atau lembaga pemerintah dalam media penawarannya telah dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Jika menemukan tawaran investasi yang mencurigakan, masyarakat dapat mengkonsultasikan atau melaporkan kepada Kontak OJK 157 (WA 081157157157), email konsumen@ojk.go.id atau waspadainvestasi@ojk.go.id. (rls)

Berita Lainnya

Giliran Mantan Kadis dan Kabid PUPR Buka Suara Soal Tudingan Peras Kontraktor Taman Berendo

BENGKULU –  Adanya surat laporan kontraktor proyek pembangunan Taman Berendo yang bergulir ke Kejaksaaan Agung ...

error: Content is protected !!