Minggu , 15 Desember 2019
Home / Daerah / Mukomuko / Rp 23 Miliar Untuk Penghasilan Aparatur Desa

Rp 23 Miliar Untuk Penghasilan Aparatur Desa

MUKOMUKO – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Mukomuko mengajukan anggaran alokasi dana desa tahun 2020, mencapai Rp 76 miliar. Pengajuan ini melonjak drastis dari alokasi dana desa tahun 2019.

Dari pengajuan tersebut, lebih dari sekitar Rp 23 miliar, diperuntukkan untuk penghasilan aparatur desa, yakni kepala desa dan perangkatnya. Termasuk didalamnya penghasilan sekretaris desa, kepala urusan, kepala seksi dan kepala dusun.

“Ada penambahan alokasi dana desa dari DAU yang kita ajukan, dibandingkan tahun lalu. Khusus untuk Siltap dan penghasilan lainnya Rp 23 miliar. Terus alokasi dana desa murninya Rp 53 miliar. Jadi kita ajukan sampai Rp 76 miliar untuk alokasi dana desa seluruh desa tahun 2020,” terang Kabid Pemerintah Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Mukomuko, Eka Purwanto, S.IP, M.Si.

Kenaikan alokasi dana desa yang melonjak itu, sambung Kabid, untuk memenuhi kewajiban menaikkan Siltap Kades berdasarkan peraturan pemerintah yang terbaru. Pemerintah pusat mengatur, kenaikan Siltap perangkat desa, diatas Rp 2 juta. Padahal sebelumnya, Siltap mereka selama ini, dibawah Rp 2 juta.

“Untuk Siltap Kades, kita usulkan sesuai ketentuan PP,” kata Kabid.

Otomatis, kenaikan Siltap tersebut, mempengaruhi APBD Mukomuko tahun 2020. Pasalnya, kebutuhan anggaran yang begitu besar, sementara pusat hanya memberikan bantuan yang persentasenya sangat kecil.

Untuk Siltap Kades dan perangkat saja, dibutuhkan dana hingga Rp 3,4 miliar. Namun pusat memberikan bantuan dana untuk Siltap itu, di bawah angka Rp 300 juta. Padahal, perhitungan kebutuhan dana untuk menaikkan Siltap Kades dan perangkat berdasarkan PP terbaru, sudah pihaknya sampaikan ke Kementerian Dalam Negeri beberapa waktu yang lalu.

“Data-data posisi Siltap 2019 dan Siltap untuk 2020, sudah kita sampaikan ke Kemendagri. Mestinya mereka sudah bisa menghitung kebutuhan dana untuk Mukomuko,” demikian Eka.

Untuk diketahui, Siltap Kades di 2020 mendatang, harus di atas Rp 2,4 juta. Dengan jumlah desa se Kabupaten Mukomuko, membutuhkan dana hingga Rp 359,1 juta dalam sebulan. Demikian juga dengan Sekdes. Sesuai PP, Siltapnya sebulan sebesar Rp 2,2 juta, total butuh dana Rp 329,2 juta. Lalu Kaur dan Kasi, masing-masing Rp 2,1 juta. Namun total kebutuhan untuk Kaur, Rp 783,9 juta dan Kasi Rp 777,6 juta. Dan untuk Kadus Rp 2,02 juta, dibutuhkan dana untuk setahun hingga Rp 1,1 miliar dalam sebulan. (hue)

Berita Lainnya

Gedung olahraga Tampung Enam cabang olahraga

MUKOMUKO – Gedung olahraga (GOR) akan siap dibangun di Mukomuko. Targetnya akam mampu menampung 6 ...

error: Content is protected !!