Selasa , 25 Februari 2020
Home / Borgol / Audit Investigasi Di Awal Tahun 2020

Audit Investigasi Di Awal Tahun 2020

Emilwan Ridwan

BENGKULU – Pengusutan dugaan korupsi pembayaran dan laporan fiktif pada kegiatan Kententraman dan Penertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Kota Bengkulu tahun anggaran 2017 hingga 2019 masih menunggu hasil audit investigasi. Selain sedang mengevaluasi semua berkas dan keterangan yang dikumpulkan dari para saksi, Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Bengkulu sudah melakukan kordinasi kepada Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Bengkulu untuk menghitung kerugian negara. Disepakati bahwa audit investigasi akan mulai dilaksanakan pada awal tahun 2020 mendatang.

Kajari Bengkulu, Emilwan Ridwan, SH.MH mengatakan bahwa pihaknya tengah melakukan kordinasi dengan BPKP untuk melakukan audit investigasi. Oleh karena itu, langkah selanjutnya yang akan dilakukan oleh penyidik masih menunggu hasil audit investigasi dari BPKP terkait ada tidaknya kerugian negara. Sejauh ini pihaknya sudah melengkapi semua keterangan dari para saksi serta berkas yang dibutuhkan bahkan sudah melakukan ekspose ke BPKP. Dimana dari hasil ekspose tersebut disepakati akan dilakukan audit investigasi. Hal itu setelah Kejari dan BPKP sudah memiliki kesamaan pandangan dalam pengusutan perkara ini.

“Disepekati bersama-sama dengan BPKP dan tim penyidik yakni audit investigasi yang akan mulai dilaksanakan awal tahun 2020 nanti,”ujarnya.

Emilwan menambahkan, hasil evaluasi dan hasil audit investigasi nantinya akan menentukan status kasus ini. Bila didapati indikasi kuat, menimal dua alat bukti, maka pengusutan dugaan korupsi anggaran di Satpol PP Kota Bengkulu akan naik dari penyelidikan ke penyidikan. Adapun berkas yang akan dilakukan audit investigasi dimulai dari tahun anggaran 2017 hingga 2019. Dimana pihaknya melakukan penyelidikan bukan hanya dana satu kegiatan saja yang tetapi seluruh kegiatan yang ada dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Satpol PP Kota Bengkulu.

“Jadi yang akan diaudit itu semua kegiatan yang ada dalam DPA Satpol PP mulai dari tahun 2017 hingga tahun 2019 ini, nanti hasil audit dan hasil evaluasi akan menentukan kemana arah pengusutan ini,”tutupnya.

Sejauh ini, penyidik telah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi dengan total sudah 20 orang yang dimintai keterangan. Saksi yang diperiksa tak hanya dari internal Satpol PP saja tetapi juga saksi dari luar seperti pemilik rumah makan dan pemilik SPBU. Pengunduran Mitrul Ajemi dari kursi Kasatpol PP pun tak membuat perkara ini berhenti karena berkas dan sejumlah keterangan lainnya sudah dipegang oleh penyidik. Nantinya pemeriksaan Mitrul Ajemi baru mulai dilakukan setelah perkara ini telah jelas naik tingkat dari penyelidikan ke penyidikan. (cup)

Berita Lainnya

Lidik Akun “Pembuat Gaduh”

BENGKULU – Tim Cyber Trop Polda Bengkulu terus memantau dan mengawasi akun-akun media sosial (medsos) …