Kamis , 27 Februari 2020
Home / Metropolis / Satuan Polisi Pamong Praja jangan “Main Dua Kaki”

Satuan Polisi Pamong Praja jangan “Main Dua Kaki”

RAZIA: Satpol PP Kota Bengkulu saat melakukan razia di salah satu tempat hiburan malam, Kamis (21/11) malam, (foto: jeri/rb).

BENGKULU – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bengkulu, Kamis (21/11) pukul 22.00 WIB merazia sejumlah tempat hiburan malam. Razia itu digelar setelah banyaknya laporan yang masuk dari masyarakat terkait dengan  tempat hiburan malam yang dinilai meresahkan.

Ada tiga lokasi yang didatangi petugas Satpol PP malam itu. Yaitu Panti Pijat di Jalan Citandui, Panti Pijat di Jalan Bhayangkara Kelurahan Sodomulyo dan Karoke di Jalan Kapuas Raya Kelurahan Lingkar Barat. Hasilnya, tiga wanita terpaksa diamankan ke kantor Satpol PP karena tidak bisa menunjukkan kartu identitas diri.

Kasi Pengawasan dan Pembinaan Penyuluhan David Edison mengatakan kalau kegiatan malam ini sepertinya sudah bocor karena saat melakukan razia ke tempat yang menjadi target, namun banyak yang tutup. Meskipun banyak panti pijat yang tutup, namun David berjanji akan terus melakukan kegiatan razia secara rutin.

“Kita juga sudah mendapatkan kabar kalau sudah pernah keributan yang terjadi antara masyarakat dengan oknum panti pijat. Selain itu ini juga sudah merusak norma dan asusila,” Ujarnya.

Terkait tiga wanita yang diamankan, David mengatakan, ketiganya baru dilepaskan setelah dilakukan pendataan dan memanggil perwakilan keluarga mereka. “Apabila mereka sudah memperlihatkan KTP dan memanggil keluarganya, maka akan kita lakukan pembinaan untuk ketiga wanita yang terjaring ini,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kota Bengkulu Teuku Zulkarnain mengingatkan Satpol PP jangan main “dua kaki”. Menurut Teuku, ada juga laporan dari pemilik panti pijat dan hiburan karoke yang mengaku sering diminta uang pungutan oleh oknum Satpol PP, dengan modus uang keamanan.

Menurut Teuku, kalau Satpol PP mampu menjalankan tugas sesuai dengan hukum yang ada, maka tidak mungkin ada panti pijat yang berani untuk beraktivitas.

“Untuk ke depannya marilah jalankan tugas sesuai koridor yang ada. Sebenarnya gampang sekali untuk mereka merapikan semua panti pijat yang ada itu karena hukumnya sudah jelas. Tetapi selama ini mereka seakan-akan melaksanakan tugas, tetapi juga melakukan pemungutan uang keamanan dari tempat yang dirazia itu,” sindirnya.

Terkait informasi itu, pelaksana tugas (Plt) Kasatpol PP Kota Bengkulu, Hilmansyah menegaskan saat ini sudah menugaskan inteljen untuk mengecek dan mencari tahu mengenai adanya oknum anggota Satpol PP yang melakukan punggutan liar dan hiburan karoke itu.

“Apabila nanti ketahuan siapa oknum yang melakukan tindakan tersebut kami pasti akan sanksi. Kalau dia dari tenaga honorer akan kita pecat. Apabila dia PNS akan saya pindahkan dari Satpol PP karena ini merupakan suatu virus yang dapat merusak visi dan misi Satpol PP,” tegasnya. (cw2)

Berita Lainnya

Pemilik Akun Palsu Diamankan, Kejati Apresiasi Polda Bengkulu

BENGKULU– Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu mengapresiasi Keberhasilan Polda mengungkap pelaku pembuat akun palsu mengatasnamakan Kajati …