Jumat , 21 Februari 2020
Home / Daerah / Kaur / Tersangka Bantuan Kemenpora Segera ke Jaksa

Tersangka Bantuan Kemenpora Segera ke Jaksa

KOTA BINTUHAN – Berkas perkara kasus korupsi dana Kemenpora RI yang sejak Kamis yang lalu sudah dinyatakan lengkap atau P21 oleh JPU Kejari Kaur. Dengan sudah lengkapnya berkas tersebut, maka tersangka berinisial Mu (35) warga Nasal Kabupaten Kaur yang juga honorer Kemenpora RI akan segera dilimpahkan ke pihak Kejari Kaur. Kalau tidak ada halangan pihak penyidik Tipikor Polres Kaur akan melimpahkan berkas dan tersangka kasus korupsi Kemenpora RI minggu depan.

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Kapolres Kaur AKBP Arief Hidayat, S.IK melalui Kasat Reskrim Iptu Ahmad Kairuman, M.Si kepada RB Jumat (22/11). Menurutnya berkas sudah P21 sehingga pihaknya telah mengatur jadwal pelimpahan tahap kedua dengan JPU Kejari Kaur. Kalau tidak ada halangan Kamis yang akan datang tersangka sudah dilimpahkan ke jaksa untuk proses sidang.

“Berkas Mu kasus Kemenpora sudah P 21, Kamis depan akan kita laksanakan pelimpahan tahap kedua beserta tersangka. Kita sudah koordinasi dengan pihak jaksa untuk segera melimpahkan berkas Mu ke Kejari Kaur,” kata Kasat Reskrim Iptu Ahmad Kairuman.

Kendati sudah P21 namun penyidik belum memastikan ada tambahan tersangka baru dalam kasus ini. Bahkan semua saksi dari 14 desa hingga rekan Mu belum ada yang naik status jadi tersangka dalam korupsi dana Kemenpora RI tahun 2017 sebesar Rp 2,2 miliar tersebut. Namun pihaknya penyidik tetap yakin ada tersangka lain nantinya karena dalam melaksanakan pungutan fee bantuan dana ke desa-desa di Kaur tidak bisa dilakukan oleh tersangka sendiri.

Mu yang juga staf Kemenpora RI diduga telah melakukan korupsi dana bantuan pembangunan sarana olahraga di 14 desa yang ada di Kaur. Dengan cara mengambil fee dari sejumlah kades yang mendapatkan kegiatan tersebut. Fee yang diambil bervariasi mulai dari 10 persen hingga 30 persen. Sementara total dana kegiatan untuk pembangunan sarana olahraga di 14 desa yang ada di Kaur tahun 2017 yang lalu mencapai Rp 2,2 miliar lebih.

“Untuk tsk lain kita lihat perkembangannya nantinya, untuk sementara belum ada dan Mu masih sebagai tersangka tunggal dalam kasus ini,” pungkas Kasat Reskrim.

Kasus ini mencuat, setelah banyaknya bangunan sarana dan prasarana  olahraga yang dibangun di berbagai desa tidak rampung sesuai harapan. Bahkan saat ini kondisinya pun sudah banyak yang rusak dan tidak terpakai sebagai mana mestinya. (cik)

Berita Lainnya

Rehab Gedung Sekolah Rp 11 Miliar

KOTA BINTUHAN – Tahun 2020 ini, Pemkab Kaur melalui Dinas Pendidikan kembali mendapatkan anggaran rehab …