Minggu , 26 Januari 2020
Home / Daerah / Kaur / Bupati Dukung Proses Hukum Tambak Ilegal

Bupati Dukung Proses Hukum Tambak Ilegal

Gusril Fauzi

KOTA BINTUHAN – Bupati Kaur Gusril Fauzi, S.Sos, M.AP mendukung langkah penegak hukum oleh Polres Kaur terhadap pemilik tambak ilegal di Kaur. Dia meminta seluruh pemilik tambak mengurusi seluruh izin yang diperlukan untuk budidaya perikanan. Dapat membuat izin usaha tambak sesuai dengan aturan yang berlaku. Dia juga mengingatkan lokasi tambak harus mematuhi sepadan pantai. Terkait dengan itu, revisi Perda RTRW yang saat ini sedang digodok oleh DPRD Kaur supaya segera rampung. Sehingga bisa menjadi patokan dalam membuat perizinan tambak udang itu.

“Kita imbau pengusaha tambak udang buat lah izin sesuai aturan, yang ada di Kaur. Termasuk sepadan pantai yang telah diatur melalui undang-undang. Terkait penegakan hukum yang dijalankan Polres Kaur tentunya kita dukung. Kita ingin ke depan ada PAD yang masuk dari sektor tambak udang ini. Karena sampai saat ini belum ada PADnya sementara tambak tetap produksi terus,” kata Bupati Kaur kepada Rakyat Bengkulu.

Sementara itu, penyidik unit tindak pidana tertentu Polres Kaur kembali melirik tambak-tambak udang yang terus berproduksi tanpa mengantongi izin lengkap di Kabupaten Kaur. Sebagaimana diketahui, dari 35 tambak yang ada, baru 12 tambak saja yang mengantongi SIUP. Sisanya masih ada 15 tambak yang beroperasi namun belum mengantongi SIUP.

“Yang pasti tambak yang belum berizin sudah kita imbau untuk melengkapi izinnya, jika yang belum dan masih bandel kita pastikan akan tindak tegas nantinya. Dan ini sudah menjadi perhatian kita. Karena banyak tambak yang sampai saat ini belum ada SIUP di Kaur. Kita tidak ingin hal ini merugikan daerah, tambak terus produksi PAD untuk daerah tidak ada,” kata Kapolres Kaur AKBP Arief Hidayat, S.IK melalui Kasat Reskrim Iptu Ahmad Kairuman, M.Si.

Untuk diketahui saat ini sudah satu pemilik tambak di Kaur, Ad (39) yang harus meringkuk di jeruji besi karena membuka usaha tambak tanpa izin yang lengkap. Padahal tambak tersebut cukup besar. Dibangun di lahan kurang lebih 5 hektare dan sudah beberapa kali berproduksi. (cik)

Berita Lainnya

Anggaran Tersedot Pilkada, Program Bintang Jemput Bintang Berlaku Hanya untuk Beasiswa Dalam Negeri

KOTA BINTUHAN- APBD yang banyak tersedot untuk membiayai Pilkada 2020, membuat beberapa kegiatan rutin Pemkab ...

error: Content is protected !!