Senin , 24 Februari 2020
Home / Borgol / Jaga Anak dari Kejahatan

Jaga Anak dari Kejahatan

Dedy Wahyudi

BENGKULU – Pemerintah Kota Bengkulu mengingatkan para orangtua di Kota Bengkulu untuk selalu memperhatikan dan mengawasi anak-anaknya agar tidak menjadi korban pelaku kejahatan. Hal ini terkait terjadinya kasus penyimpangan seksual yang dilakukan oleh oknum guru salah satu SD swasta yang ada di Bengkulu kepada 2 muridnya.

Wakil Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, SE. MM, mengatakan peristiwa ini sangat mencoreng dunia pendidikan karena dilakukan oleh oknum guru. Dia mengingatkan kepada orangtua untuk selalu memberikan edukasi kepada anak-anak, seperti memberitahu dan membentengi anak-anak tentang persoalan penyimpangan seksual tersebut.

“Sehingga kalau orangtua sudah memberitahu dan membentengi anak-anaknya dengan ilmu tersebut, pasti mereka akan tahu dan ingat apa yang sudah diberitahukan oleh orangtuanya,“ terangnya.

Dia menambahkan soal anak yang telah menjadi korban penyimpangan seksual tersebut, dari pemkot melalui dinas terkait sudah turun langsung ke lapangan untuk melakukan pendampingan serta  memberikan motivasi terhadap korban. Selain itu jangan pernah sekali pun korban dikucilkan.

“Pemerintah juga memiliki kerja sama dengan rumah sakit yang ada di Kota Bengkulu untuk visum secara gratis apabila terjadinya tindakan seperti ini, dan akan kita di dampingi,” terangnya.

Sementara, Tim penyidik Sat Reskrim Polres Bengkulu terus mendalami kasus pencabulan yang dilakukan DS (29) warga Jalan RE Martadinata RT 11 RW 02 terhadap dua siswa laki-laki berusia 11 tahun yang tak lain adalah muridnya sendiri di tempat DS mengajar. Dalam waktu dekat, penyidik berencana akan melakukan rekontruksi kasus pencabulan itu tersebut bersama dengan Kejari Bengkulu.

Kapolres Bengkulu, AKBP. Prianggodo Heru Kunprasetyo, SIK melalui Kasat Reskrim, AKP. Indramawan Kusuma Trisna, SIK mengatakan bahwa sebelumnya penyidik sudah melakukan pra rekontruksi di TKP. Namun untuk mengetahui lebih jelas perbuatan tersangka itu secara jelas, penyidik akan melakukan rekonstruksi di TKP. Hal itu untuk membongkar lebih jelas kasus ini secara berurutan guna melengkapi data penyidikan dalam mengisi berkas perkara. Untuk waktunya sendiri masih akan dijadwalkan terlebih dahulu. Hal ini juga untuk mengetahui bagaimana tersangka melakukan perbuatan cabul terhadap korbannya bahkan lebih dari sepuluh kali dengan lokasi yang berbeda-beda.(cw2/cup)

Berita Lainnya

15 Tahun Pakai Ganja, Kuli Bangunan Diamankan Polres Bengkulu

BENGKULU– Satuan Narkoba Polres Bengkulu berhasil mengamankan PA (28) warga Kelurahan Pondok Besi, Kota Bengkulu. …