Sabtu , 7 Desember 2019
Home / Daerah / Kaur / 36 Pelamar Penyuluh Agama Islam Non PNS Gugur

36 Pelamar Penyuluh Agama Islam Non PNS Gugur

DATA: Kasi Binmas Kemenag Kaur saat akan mengumumkan peserta PAI non PNS yang memenuhi syarat ikut tes selanjutnya. (foto:albertus/rb)

KOTA BINTUHAN – Kemenag Kaur telah melakukan seleksi administrasi terhadap  pelamar Penyuluh Agama Islam non PNS. Dari 257 pelamar hanya 221 pelamar yang lolos seleksi administrasi. Sisanya, 36 pelamar dianggap gugur dan  tidak bisa mengikuti tahapan seleksi selanjutnya. Kegagalan 36 peserta karena terganjal usia yang tidak cukup. Kemudian ijazah yang dilampirkan merupakan hasil scan dan ada juga pelamar yang tidak menyantumkan rekomendasi dari kades. Padahal rekomendasi kades sangat penting dan menjadi pertimbangan untuk peserta bisa diangkat menjadi Penyuluh Agama Islam non PNS tahun 2020. “Untuk yang sudah kita nyatakan lulus akan kita seleksi kembali. Yaitu seleksi tertulis dan wawancara yang kita jadwalkan 8 Desember. Untuk tempat sementara masih belum kita pastikan posisinya di mana,” ungkap Kepala Kemenag Kaur Zainal Abidin melalui Kasi Bimas Kemenag Kaur Herli Suheri.

Mereka yang lulus seleksi ini, tahun depan akan ditempatkan di setiap kecamatan di Kaur. Jumlahnya delapan sampai Sembilan Penyuluh Agama Islam , tergantung dari jumlah desanya. Jadi totalnya tenaga Penyuluh Agama Islam non PNS yang dibutuhkan sebanyak 122 orang. Sementara itu, hasil evaluasi Penyuluh Agama Islam non PNS tahun ini, hanya ada 58 orang yang akan diperpanjang kontraknya di tahun 2020. Ini lah yang menjadi dasar Kemenag Kaur merekrut 64 Penyuluh Agama Islam non PNS baru, untuk menggantikan Penyuluh Agama Islam lama yang tidak diperpanjang kontraknya.

“Jadi dari 221 pelamar yang memenuhi administrasi hanya kita ambil nantinya yang terbaik yaitu sekitar 64 orang. Untuk itu kita ingin Penyuluh Agama Islam non PNS yang benar-benar bisa mengabdi di masyarakat,” kata Herli kepada RB. (cik)

Berita Lainnya

Sempat Berobat ke Krui, Kakek 60 Tahun Tewas di Kebun

MAJE– Seorang kakek, Luki (60) ditemukan tewas Jumat (6/12), pagi sekitar pukul 09.30 WIB. Korban ...

error: Content is protected !!