Minggu , 15 Desember 2019
Home / Metropolis / Antisipasi Kenaikan Harga Pangan

Antisipasi Kenaikan Harga Pangan

BENGKULU –  Kenaikan harga jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) patut diantisipasi. Kepala Tim Advisory  dan Pengembangan Ekonomi  Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu, Rif’at Pasha, memiliki analisa menarik terkait hal ini. Biasanya jelang tahun baru terjadi kenaikan kebutuhan pokok di masyarakat.

Ia mengingatkan, sesuai dengan polanya, kenaikan harga pangan akan meningkat menjelang Nataru. “Sebab itu operasi pasar dan kegiatan pasar murah idealnya dilakukan di minggu-minggu itu,” jelasnya kepada RB, Senin (2/12).

Sejauh ini, kata pria asal Bandung Jawa Barat ini, laju inflasi tahun kalender di Bengkulu tahun 2019, tergolong cukup terkendali. Terlebih pada Oktober dan November, Bengkulu berturut-turut mengalami deflasi. Dari catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu pada Oktober Bengkulu, deflasi sebesar 0,56 persen dan pada November kembali deflasi sebesar 0,27 persen.

Meski begitu Rifat mengingatkan agar pihak terkait memperhatikan pola yang selalu sama terbentuk saat ada momen hari raya dan dilanjutkan dengan momen tahun baru yang ditandai dengan pergerakan barang dan orang yang cenderung meningkat.

“Kebijakan moneter Bank Indonesia dalam pengendalian inflasi ditujukan untuk mengelola tekanan harga yang berasal dari sisi permintaan demand management relatif terhadap kondisi sisi penawaran,” bebernya.

Sementara dari sisi suplai perlu sinergitas para pihak untuk mengendalikannya. Untuk ini, sejauh ini koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) relatif cukup efektif merespon lonjakan harga, maupun mendorong optimalnya produksi khususnya pangan. Kebijakan moneter tidak ditujukan untuk merespon kenaikan inflasi yang disebabkan oleh faktor kejutan yang bersifat sementara (temporer) .

Dari bobot dalam keranjang IHK, bobot inflasi yang dipengaruhi oleh faktor kejutan diwakili oleh kelompok volatile food dan administered prices yang mencakup kurang lebih 40 persen dari bobot IHK. Menyimak perkembangan inflasi hingga November, BI Bengkulu masih optimis inflasi berada pada kisaran proyeksi awal tahun dan cenderung berada di bawah batas tengah proyeksi. (iks)

Berita Lainnya

Jamkesda Hanya Sanggup Akomodir 23 Ribu Warga

BENGKULU – Pemprov Bengkulu mengalokasikan dana bagi hasil dari pajak rokok sebesar Rp 12 miliar ...

error: Content is protected !!