Minggu , 15 Desember 2019
Home / Metropolis / Tunggakan BPJS Kesehatan Mandiri Rp 72 Miliar

Tunggakan BPJS Kesehatan Mandiri Rp 72 Miliar

TERTIB: Peserta BPJS Kesehatan mengantre dengan tertib menunggu giliran melakukan pelayanan di Kantor BPJS Kesehatan Kantor Cabang Bengkulu, Senin (2/12), (foto: jeri/rb).

BENGKULU – Pembayaran iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan peserta mandiri tercatat hingga November menunggak sampai Rp 72 miliar. Hal ini terlihat dari data yang di terima RB dari kantor BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu.

Dari enam kabupaten yang tercatat di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu, Kota Bengkulu menjadi penyumbang peserta mandiri terbanyak tidak melakukan pembayaran, mencapai di angka Rp 29,4 miliar. Sedangkan Mukomuko sebesar Rp 13,8 miliar, Seluma Rp 10,5 miliar, Bengkulu Tengah Rp 7,8 miliar, Bengkulu Selatan Rp 6,5 miliar dan Kaur Rp 4,4 miliar.

Untuk peserta BPJS Mandiri yang terdaftar di Kantor Cabang Bengkulu berjumlah 148.683 orang. Dari jumlah tersebut yang mendaftar di kelas tiga sebanyak 114.941 orang, untuk kelas dua 21.925 orang dan untuk kelas satu 11.817 orang. Sedangkan untuk perserta BPJS Mandiri di daerah Kaur 11.269 orang, Seluma 24.792 orang, Mukomuko 28.988 orang, Bengkulu Selatan 13.166 orang, Bengkulu Tengah 18.476 orang dan Kota Bengkulu 51.992 orang.

Kepala Sumber Daya Manusia (SDM) Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu, Mitra Akbar, SE, AAAK mengatakan, penunggakan pembayaran iuran yang terjadi di 6 daerah yang tercatat di Kantor Cabang BPJS Kesehatan Bengkulu yang paling mendominasi di kelas 3. Di Kaur untuk kelas 3 mencapai Rp 3,2 miliar, Seluma Rp 7,4 miliar, Mukomuko Rp 7 miliar, Bengkulu Selatan Rp 3,8 miliar, Bengkulu Tengah 5,9 miliar dan Kota Bengkulu Rp 12,4 miliar.

“Yang paling dominan melakukan penunggakan pembayaran di kantor cabang kita itu ada di kelas 3. Dari 6 daerah yang terdaftar di Kantor Cabang Bengkulu, dari kelas 1, 2 dan 3, memang yang paling banyak tidak melakukan pembayaran memang terjadi di kelas 3,” ujarnya, Senin (2/12).

Dia menambahkan, fasilitas pelayanan dan manfaat yang akan masyarakat terima dari iuran BPJS yang diangsur setiap bulannya itu melebihi dari yang mereka bayar. Karena apabila mereka tidak melakukan pembayaran atau tidak mendaftarkan diri di BPJS kesehatan, mereka sendiri yang akan mengalami kesulitan apabila mengalami perawatan kesehatan. Seperti biaya perawatan, fasilitas, melakukan rawat jalan itu semuanya memerlukan biaya yang sangat banyak.

“Kita ambil contoh saja seperti operasi caesar itu Rp 5 juta sampai Rp 6 juta, operasi kanker payudara itu sampai Rp 30 juta, masang ring cincin jantung sampai Rp 80 juta, melakukan cuci darah satu kali di rumah sakit sampai Rp 3 juta. Jadi marilah untuk semua masyarakat untuk rutin dan tertib dalam melakukan pembayaran BPJS Kesehatan untuk mempermudah dan menjamin kesehatan kalian semua,” katanya.

Sementara itu, setelah adanya penyesuaian atau kenaikan tarif pembayaran iuran BPJS yang terjadi, sampai saat ini dari 11 November lalu dan hingga Senin (2/12), sudah 49 masyarakat yang melakukan perubahan turun kelas. “Kami dari BPJS tidak melarang apabila masyarakat untuk menurunkan kelas iuran BPJS-nya karena itu hak mereka. Tetapi kami juga tidak menyarankan mereka untuk melakukan turun kelas,” tutup Mitra. (cw2)

Berita Lainnya

Jamkesda Hanya Sanggup Akomodir 23 Ribu Warga

BENGKULU – Pemprov Bengkulu mengalokasikan dana bagi hasil dari pajak rokok sebesar Rp 12 miliar ...

error: Content is protected !!