Minggu , 15 Desember 2019
Home / Metropolis / Tunjangan Profesi Guru 151 Guru Terancam Tidak Memenuhi Syarat

Tunjangan Profesi Guru 151 Guru Terancam Tidak Memenuhi Syarat

BENGKULU – Bila ribuan guru/pengawas sudah menikmati Tunjangan Profesi Guru (TPG), sebaliknya 151 guru PNS/non PNS di Provinsi Bengkulu masih harap-harap cemas. Apakah Surat Keputusan Tunjangan Profesi (SKTP) sebagai syarat utama untuk mendapatkan TPG, turun atau tidak dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud). Pencairan TPG pun terancam.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu, Budiman Ismaun melalui Operator Sistem Informasi Manajemen (SIM) Pembayaran Dinas Dikbud Provinsi Bengkulu, Arfian Fitriadi menerangkan, untuk penyaluran TPG triwulan III dilakukan 2 tahap. Tahap pertama sebanyak 1.091 guru pada akhir Oktober lalu dan tahap kedua sebanyak 1.637 guru/pengawas akhir November.

“Untuk tahap I itu sudah disalurkan ke rekening masing-masing guru, dan tahap kedua ini terdiri dari 94 pengawas, 575 guru SMK, 901 guru SMA, 65 guru SLB  sudah kita ajukan ke keuangan. Mudah-mudahan dalam minggu ini sudah diterima para guru,” ujar Arfian, Senin (2/12).

Lanjut Arfian, masih ada 151 guru lagi meliputi 120 guru PNS dan 31 guru non PNS tersebar di 10 kabupaten/kota belum mendapatkan SKTP dari kementerian karena Tidak Memenuhi Syarat (TMS) atau belum memenuhi syarat sampai saat ini. Kementerian masih memberikan kesempatan untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan persyaratan itu.

Terbanyak di Kota Bengkulu ada 57 guru, menyusul Rejang Lebong masih ada 29 guru,  Bengkulu Selatan ada 15 guru, Lebong ada 10 guru, Bengkulu Utara dan Bengkulu Tengah masing-masing terdapat 9 guru belum menerima SKTP. Lalu, Seluma ada 8 guru, Kaur ada 6 guru, Kepahiang ada 5 guru, dan Mukomuko masih tersisa 3 guru lagi pemilik sertifikat pendidik (selengkapnya lihat grafis).

Diantara syarat yang masih kurang tersebut mayoritas karena guru belum memenuhi syarat 24 jam mengajar, tidak linier (mengajar mata pelajaran tidak sesuai dengan sertifikat), dan siswa kurang. Kementerian masih memberikan kesempatan untuk memperbaiki. Saat ini kementerian masih terus melakukan verifikasi.

“Silakan diperbaiki dari Dapodik sekolah kalau syarat sudah terpenuhi. Masih kita tunggu, kalau SK terbit kita bayarkan walaupun akhir Desember bisa dibayarkan tahun 2020 namanya SK Carry Over,” beber Arfian.

Arfian menambahkan, untuk penyaluran tahap II ini disiapkan anggaran Rp 18,871 miliar. Sehingga tidak ada kendala lagi untuk penyaluran dari sisi anggaran karena sudah tersedia. Hanya saja syarat utama untuk pencairan ini tadi, yaitu SKTP dari kementerian harus dimiliki guru tersebut. Sementara untuk penyaluran berikutnya akan diajukan di atas tanggal 15 Desember dengan syarat dana sudah tersedia atau sudah ditransfer dari pusat.

“Penyaluran tahap pertama triwulan III ini sekitar Rp 12 miliar lebih untuk 3 guru SLB, 728 guru SMA, dan 360 guru SMK, jadi total per triwulan pencairan TPG ini rata-rata Rp 32 miliar,” demikian Arfian. (key)

Berita Lainnya

Jamkesda Hanya Sanggup Akomodir 23 Ribu Warga

BENGKULU – Pemprov Bengkulu mengalokasikan dana bagi hasil dari pajak rokok sebesar Rp 12 miliar ...

error: Content is protected !!