Sabtu , 7 Desember 2019
Home / Daerah / Bengkulu Utara / 3 Bulan Jalankan Bisnis Narkoba di Lapas, Bisa Beromzet Hingga Rp 97 Juta

3 Bulan Jalankan Bisnis Narkoba di Lapas, Bisa Beromzet Hingga Rp 97 Juta

JARINGAN LAPAS: Tiga dari empat tersangka peredaran narkoba di Lapas Kelas II B Arga Makmur. (foto : shandy/rb)

ARGA MAKMUR– Dalam seminggu, Polres Bengkulu Utara berhasil mengungkap bisnis narkoba di balik sel Lapas Kelas II B Arga Makmur. Tak tanggung-tanggung, dari buku catatan tersangka JD (23) yang berstatus napi kasus narkoba asal Curup Rejang Lebong, bisnis tersebut beromzet Rp 97 juta dalam tiga bulan.

Tiga bulan itu, September, Oktober dan November. Bahkan dalam buku itu tercatat ada sekitar Rp 18 juta lagi yang masih menjadi piutang atau belum dibayar. JD berperan sebagai bandar besar di dalam Lapas. Ia mengaku hanya menjual sabu bagi napi yang ada di dalam Lapas. Sabu tersebut diterimanya dari BY rekannya asal Curup yang meletakan narkoba di luar Lapas lalu salah satu napi yang berstatus napi tahanan pendamping mengambilnya untuk dibawa masuk lapas dan diserahkan ke JD.

Dari hasil penggeledahan sel JD, polisi bukan hanya menyita satu paket besar sabu senilai Rp 5 Juta dan 5 buah Hp yang diduga untuk transaksi M Banking dan pemesanan. Namun polisi juga menyita buku kecil yang bertulis catatan pembelian Sabu dengan total puluhan juta.

Penangkapan ini berawal dari Sipir Lapas yang menemukan dua paket sabu dari saku Jo napi yang berstatus tamping usai membuang sampah keluar Lapas. Setelah diserahkan ke Polisi, penyelidikan polisi mengarah pada JD dan paket tersebut akan diberikan pada Ra napi kasus pidana umum yang sudah memesan sabu tersebut.

Setelah mengamankan Jo, Ra dan JD, polisi kembali mengembangan pada BY yang disebut JD menjadi kurir pengantar narkoba dari Curup ke Arga Makmur. Polisi akhirnya menangkap BY di Curup dan kini keempatnya diamankan di Mapolres Bengkulu Utara.

Kapolres Bengkulu Utara AKBP. Ariefaldi WN, SH, S.IK, MM melalui Kasat Narkoba Iptu. Bayu HP, SH, MH menerangkan pengungkapkan bisnis ini berkat kerjasama dengan petugas Lapas. Pelaku BY juga memasukan narkoba ke Lapas tersebut menggunakan makanan.

“Terkadang sabu tersebut dimasukan ke dalam ikan atau lauk makanan yang diantarkan BY pada RD. Setelah itu dari dalam sel RD ini membuat menjadi paket kecil dan menjual ke rekannya sesama napi,” terangnya.

Dari hasil penjualan sabu, RD juga memberikan pada BY untuk disetorkan ke rekening milik RD. Uang tersebut dari napi-napi yang membeli narkoba jenis sabu.

“Memang jika kita melihat dari catatan yang kita sita, memang omzetnya cukup besar. Namun sementerara pengakuan tersangka dan penyelidikan, narkoba tersebut baru dijual pada sesama napi,” terangnya.

Tak Terkait Jaringan Oknum Kasubsi

Terkait bisnis sabu tersebut, Polisi belum menemukan kaitan jaringan RD dengan Ar oknum Kasubsi Lapas Kelas II B arga Makmur yang dua minggu lalu ditangkap Dit Narkoba Polda Bengkulu terkait kasus Sabu. Sebelumnya selain Ar dit nakroba Polda Bengkulu juga membawa dua napi lapas kasus narkoba yang diduga terkait dengan Ar.

“Kita belum menemukan kaitannya dengan Ar ataupun petugas Lapas Lainnya. Namun jika nantinya ada kaitannya akan kita kembangkan yang tentunya tetap berkoordinasi dengan jajaran Lapas yang sudah banyak membantu kita dalam perkara ini,” pungkas Kasat. (qia)

Berita Lainnya

Hasil Sidak Dewan Provinsi, Uji Sampel Air Bahang PLTU Bengkulu Masih Standar Mutu

BENGKULU– Adanya dugaan air bahang PLTU Bengkulu 2×100 MW sebagai penyebab ditemukannya penyu mati dan ...

error: Content is protected !!