Sabtu , 7 Desember 2019
Home / Daerah / Bengkulu Utara / Dewan Sidak Kolam Limbah PT Sandabi Indah Lestari, Curigai Limbah Masih Berbahaya

Dewan Sidak Kolam Limbah PT Sandabi Indah Lestari, Curigai Limbah Masih Berbahaya

CEK LIMBAH: Anggota DPRD Bengkulu Utara melakukan pengecekan limbah PT. Sandabi Indah Lestari yang diduga masih berbahaya saat dibuang ke sungai. (foto:shandy/rb)

ARGA MAKMUR – Komisi III DPRD Bengkulu Utara melakukan inspeksi mendadak ke kolam limbah pabrik Crude Palm Oil milik PT. Sandabi Indah Lestari, Selasa (3/12). Dewan curiga limbah perusahaan yang dibuang ke sungai masih dalam bentuk limbah berbahaya.

Sekretaris Komisi III, Edi Afrianto bersama rekan komisinya curiga limbah di kolam terakhir PT. Sandabi Indah Lestari yang dibuang masih berbahaya. Hal itu setelah melihat langsung limbah masih berwarna coklat keruh dan menimbulkan bau kurang sedap.

“Karena limbah ini setelah melalui beberapa kolam langsung dibuang ke sungai. Dari kolam terakhir kita khawatir masih berbahaya melihat bentuk fisik dari limbah tersebut,” terangnya.

Ia menuturkan sidak yang dilakukan berdasarkan adanya keluhan dari masyarakat terkait limbah PT Sandabi Indah Lestari tersebut. Sehingga kemarin ia langsung memimpin melakukan sidak melihat pengolahan dan pembuangan limbah tersebut. “Kita ingin memastikan yang kita dapatkan memang ada kecurigaan terkait dengan fisik limbah cair yang ada,” terangnya.

Dewan juga mengambil sampel limbah dari kolam terakhir dan siap dibuang ke sungai. Rencananya sampel limbah ini akan dibawa ke laboratorium. Dewan akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk pengecekan limbah tersebut.

“Kita ingin tahu persis zat yang terkandung dalam limbah cair yang dibuang ke sungai tersebut. Karena air sungai ini digunakan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari, dan sangat berbahaya jika limbah ini sampai mencemari sungai,” pungkas Edi.

Sementara Health, Safety an Environment PT. Sandabi Indah Lestari Desa Lubuk Banyau, Baginda Lubis menuturkan semua yang dilakukan perusahaan sudah sesuai dengan prosedur. Ia mempersilakan dewan membawa sampel limbah tersebut ke lab untuk memastikan kandungannya. “Nanti kita tunggu saja hasilnya, jika memang ada yang butuh diperbaiki,” ujarnya.

Persoalan limbah PT. Sandabi Indah Lestari sudah beberapa kali mencuat ke permukaan. Bahkan tahun lalu polisi sempat melakukan penyelidikan dan mengajukan pengecekan limbah ke DLH. Namun meskipun secara fisik terlihat keruh dan berbau, DLH menilai limbah tersebut masih di bawah ambang batas pencemaran lingkungan.(qia)

Berita Lainnya

Perubahan Nomenklatur Ada Pejabat Bakal Nonjob

ARGA MAKMUR – DPRD Bengkulu Utara akan membahas nomenklatur baru beberapa Organisasi Perangkat Daerah. Diantaranya ...

error: Content is protected !!