Sabtu , 7 Desember 2019
Home / Daerah / Kaur / Jalan Air Pahlawan Tertimbun Longsor

Jalan Air Pahlawan Tertimbun Longsor

LONGSOR: Longsor menutupi jalan lintas ke Desa Air Pahlawan Selasa (3/12). (foto:ist/rb)

KOTA BINTUHAN – Hujan deras yang turun dari Senin malam hingga Selasa pagi Selasa (3/12) di Kecamatan Nasal mulai berdampak pada masyarakat sekitar. Selain bisa membuat lahan persawahan dan ladang subur karena hujan, air sumur warga kembali terisi.

Namun hujan deras itut ternyata juga berdampak pada longsornya tanah yang sempat menutupi jalan lintas Desa Air Pahlawan Kecamatan Nasal. Pantauan RB,  tanah di kanan dan kiri jalan mulai retak dan akhirnya longsor menutupi jalan. Bahkan kemarin jalan sempat tertutup material lumpur, namun khusus motor masih tetap bisa melintas.

Untuk membuka jalan, warga terpaksa melakukan gotong royong menyingkirkan material lumpur agar mobil bisa melintas. “Akibat hujan jalan menuju desa kami mulai terkena longsor dan sempat menutupi jalan lintas. Namun untuk saat ini kendaraan bisa melintas. Kita takut jika hujan terus menerus bisa membuat jalan tertutup total, karena sudah pernah terjadi,” kata Kades Air Pahlawan Samsul.

Sementara itu, BPBD Kaur mengajak warga Kaur untuk waspada saat musim hujan saat ini. Karena jalan di Kaur banyak yang rawan terjadinya longsor seperi di pedesaan di  Kecamatan Nasal. Kemudian di Kecamatan Maje, selain rawan longsor juga rawan banjir. Kemudian Ulu Babat, Kecamatan Luas, Muara Sahung dan Kinal.

Beberapa wilayah di eks Kaur Utara juga rawan banjir dan longsor saat musim hujan terjadi. Kepala BPBD Kaur, Ujang Saferi mengimbau agar warga melaporkan kejadian longsor  di desa dan sekitarnya kepada BPBD dan juga pihak TNI dan Polri. Agar kejadian longsor bisa segera diatasi oleh petugas terutama untuk jalan lintas  Bengkulu – Lampung dan antar kecamatan.

“Hujan mulai saat ini untuk kita imbau warga waspada dan melaporkan jika terjadi longsor agar kita bisa bertindak cepat. Kita juga himbau warga yang tinggal di tepi sungai juga untuk waspada karena jika hujan berhari-hari bisa menyebabkan banjir,” imbaunya. (cik) 

Berita Lainnya

Sempat Berobat ke Krui, Kakek 60 Tahun Tewas di Kebun

MAJE– Seorang kakek, Luki (60) ditemukan tewas Jumat (6/12), pagi sekitar pukul 09.30 WIB. Korban ...

error: Content is protected !!