Minggu , 26 Januari 2020
Home / Breaking News / Hasil Sidak Dewan Provinsi, Uji Sampel Air Bahang PLTU Bengkulu Masih Standar Mutu

Hasil Sidak Dewan Provinsi, Uji Sampel Air Bahang PLTU Bengkulu Masih Standar Mutu

UJI LAB : Anggota DPRD Provinsi bersama tim lab DLHK saat melakukan uji lab air limbah PLTU, JUmat (6/12). (foto : hasrul/rb)

BENGKULU– Adanya dugaan air bahang PLTU Bengkulu 2×100 MW sebagai penyebab ditemukannya penyu mati dan ikan-ikan kecil di lokasi  pantai Teluk Sepang, membuat anggota DPRD Provinsi angkat bicara. Jumat (6/12), Komisi III DPRD Provinsi menyambangi lokasi pembuangan air bahang PLTU Bengkulu 2×100 MW.  Kunjungan ini dipimpin langsung Ketua Komisi III DPRD Provinsi, Sumardi, Wakil Ketua  Andaru Prananta, Sekretaris Komisi III Herwin Suberhani. Serta anggota Komisi III, Edwar Samsi, Billy, dan Yurman Hamedi.

Dalam sidak tersebut, Komisi III mengajak tim laboratorium Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bengkulu. Pengujian sampel air bahang langsung dilakukan ditempat. Dari hasil tes didapati hasil jika masih dibawah standar baku mutu. “Ketika tidak, maka akan kita katakan tidak, tidak terkontaminasi,” kata Sumardi.

Politisi Partai Golkar ini mengatakan, ada banyak dugaan penyebab kematian penyu di lokasi tersebut. “Penyu mati itukan banyak ragam kemungkinan, ada orang sengaja bunuh penyu dibuang kesini, ada penyu masuk jaring dibuang disini, ada kemungkinan juga akibat dari limbah PLTU. Untuk itulah, perlu dilakukan pengujian lebih lanjut,” imbuhnya.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil uji langsung di lokasi bersama dengan tim laboratorium DLHK diketahui jika dari dua titik sampel yang diambil, menyatakan limbah PLTU masih dibawah standar baku mutu. “Kita melihat alat ukur yang ada masih dibawah ambang batas mutu lingkungan yang distandarkan oleh perundang-undangan yang berlaku. Tetapi kita nanti juga akan membawa pembanding yang laut, makanya kita ambil sampel,” beber Sumardi.

Dari dua titik sampel air yang diambil, lanjutnya akan dibawa anggota Komisi III. Nantinya data tersebut akan dijadikan sebagai pembanding dari hasil laboratorium yang dilakukan DLHK. “Ya sampel ini akan kita lakukan pengujian juga di lab lain, untuk data pembanding kita juga nantinya,” tambah Edwar Samsi.

Sementara itu, Sekretaris Komisi III, Herwin Suberhani mengatakan dari sidak yang dilakukan persis di seputaran air bahang, ternyata masih ada masyarakat  melakukan aktivitas memancing persis di atas bebatuan depan air bahang. Menurutnya, hal itu juga salah satu yang mengindikasikan jika kawasan tersebut tidak tercemar.

“Kalau ini pencemaran dampak lingkungan, tidak mungkin ada orang mancing disini. “Secara visual ada orang mancing, kalau ada dampak limbah tidak mungkin ada mancing,” sampai Herwin.

Sementara itu, management PT. Tenaga Listrik Bengkulu (TLB), yang diwakili HSE Engineer, Zulhelmi Burhan mengatakan pihaknya rutin melakukan pengecekan dan pemantauan serta melakukan uji lab baik dilakukan internal maupun dari DLHK Provinsi. (zie)

Berita Lainnya

Tak Perlu MOU Soal Pemkot Ambil Alih Pengelolaan Pantai Panjang oleh Pemda Kota, Cukup Pemprov Hibahkan Saja

BENGKULU– Kesiapan Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu mengambil ahli kembali pengelolaan wisata Pantai Panjang mendapat respon ...

error: Content is protected !!