Rabu , 29 Januari 2020
Home / Daerah / Bengkulu Tengah / Hasil Uji Petik, Terminal Pasar Pedati Potensial

Hasil Uji Petik, Terminal Pasar Pedati Potensial

UJI PETIK: Uji petik terhadap kendaraan angkutan yang melintas di Terminal Pasar Pedati, potensi kendaraan di siang hari tak kurang 200 unit kendaraan. (foto: fintah/rb)

BENTENG – Terminal Pasar Pedati dinilai potensial untuk menghasilkan Pendapatan Asli Daerah dari retribusi. Hasil uji petik yang telah dilakukan, jumlah kendaraan yang melintas pada siang hari tidak kurang dari 200 kendaraan yang melintas.

Kabid Sarana dan Prasarana, Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkulu Tengah, Evarah Mahdaniar, S.IP menuturkan, melihat potensi tersebut, terbuka cukup besar peluang untuk Pendapatan Asli Daerah dari jasa retribusi kendaraan angkutan. “Untuk uji petik baru menjadi contoh dan besaran peluang yang bisa didapatkan,” jelasnya, Jum’at (6/12).

Disampaikannya, dalam uji petik juga menjadi sarana sosialisasi kepada pengemudi kendaraan angkutan yang melintas. Semua pengemudi dijelaskan mengenai aturan terbaru dari Dishub Pendapatan Asli Daerah terkait pungutan retribusi. Jika melihat jumlah kendaraan selama uji petik, Evarah optimis pihaknya bisa mencapai target Pendapatan Asli Daerah dari jasa retribusi kendaraan angkutan yang ditetapkan sebesar Rp 300 juta.

“Untuk tarif kendaraan angkutan, dalam pungutan retribusi yang mewajibkan memasuki terminal, kendaran roda empat sebesar Rp 3 ribu, roda enam sebesar Rp 4 ribu dan roda delapan sebesar Rp 5 ribu,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang sopir angkutan batu bara, Yardi, warga Hulu Palik Bengkulu Utara mengaku, pihaknya siap mentaati aturan membayar retribusi. Namun, pihaknya juga berharap agar fasilitas terutama untuk memudahkan alur masuk kendaraan dan juga pelayanan dari petugas lebih baik lagi. “Jangan hanya menyuruh masuk, lalu meminta uang kemudian menyuruh pergi,” ujarnya.

Pihaknya juga perlu bukti bahwa retribusi yang dilakukan adalah sah dan sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku. Misalnya diberikan semacam buku pedoman untuk pembayaran retribusi yang menjadi kewajiban saat ini. Karena, sudah empat tahun retribusi tidak pernah dilakukan pungutannya, saat ini kembali timbul. “Kami minta kejelasan aturan saja, dan siap mengikuti aturan tersebut,” demikian Yardi. (vla)

Berita Lainnya

Tak Cocok Ganti Rugi, Warga Benteng, Minta Jalur Tol Dipindahkan

BENTENG – Warga Terdampak Tol (WTP) dari tiga desa yakni Desa Lagan sebanyak 46 orang, ...