Rabu , 29 Januari 2020
Home / Berita utama / Tuntut ATLM Profesional Pada Era 4.0
DPW PATELKI Bengkulu Gelar Seminar Nasional

Tuntut ATLM Profesional Pada Era 4.0
DPW PATELKI Bengkulu Gelar Seminar Nasional

PAPARAN: Salah satu narasumber saat memaparkan materinya pada para peserta.

BENGKULU- Dalam menghadapi era revolusi industri 4.0, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (PATELKI) Bengkulu menggelar Seminar Nasional. Kegiatan yang bertema “Profesional Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) Dalam Menghadapi Tantangan Era Revolusi Industri” digelar minggu (8/12) di GTC Poltekes Kemenkes.

Pada kesempatan ini, PATELKI Provinsi Bengkulu menghadiri narasumber yang ahli dalam bidangnya. Antara lain, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu H. Herwan Antoni, SKM, M.Kes, M.Si, Dewan Penasehat DPW PATELKI Bengkulu Sahidan, AMAK, S.Sos, M.Kes, Sekjend DPP PATELKI Yanuar Amin, S.ST, SH, M.H.Kes, dan Ketua Departemen Ilmiah DPP PALTEKI Nur Irawati, S.Si.

BERSAMA: Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu berfoto bersama Pengurus Pusat dan DPW PATELKI, serta Narasumber dan panitia kegiatan

Materi materi yang diberikan narasumber cukup intens tentang profesi ATLM, terutama dalam menjawab keresahan mereka dalam menghadapi era revolusi industri ini. Hal- hal yang diuraikan yaitu tentang Standarisasi Profesi dan Kewenangan ATLM dalam Penyelenggaraan Laboratorium Klinik ,dan Manajemen Resiko Laboratorium Klinik. Bukan hanya itu, tantangan ATLM di Era Digitalisasi dan Moderenisasi Revolusi Industri 4.0, dan Imprementasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Instalasi Laboratorium Medik juga menjadi perhatian khusus oleh para ATLM.
Sekjend DPP PATELKI, Yanuar Amin, S.ST, SH, M.H.Kes, mengatakan sejauh ini organisasi yang menanungi ATLM telah melakukan berbagai hal dalam menghadapi era globalisasi. Diantaranya dengan edukasi, sosialisasi, salah satu contoh seminar yang digelar saat ini. Diakuinya diera revolusi industri 4.0 ini teknologi ini sudah berdampak banyak dan signifikan terutama di bidang Kesehatan.

“Artinya bahwa kalau dulu pemeriksaan di Laboratorium itu manual, dikerjakan secara sederhana, maka sekarang bersifat otomatis. Di kita memang bentuknya secara umum, sekarang sudah berubah. Intinya kalau mau berkecimpung di dunia laboratorium maka harus melek teknologi. Skrg teknologi bukan hanya sebagai jargon saja, akan tetapi benar benar dirasakan di dunia laboratorium,” imbuh Yanuar.
Dirinya menambahkan, pembekalan kepada anggota PATELKI tentang melek teknologipun sudah dilakukan setiap acara Rakernas. Kegiatan ini namanya kegiatan Patelki Auto Tech Forum, jadi forum untuk mengembangkan dan belajar teknologi yang terbarukan terutama di dunia laboratorium. Kegiatan yang rutin dilakukan dan baru berjalan 2 tahun ini salah satu wujud PATELKI untuk menghadapi era digitalisasi ini.

“Internal PATELKI selain kegiatan Autotech Forum yang sudah rutin 2x dilakukan, sistem pendataan anggota PATELKI pun juga sudah berbasis internet. Ini sudah dapat mengurangi dampak penggunaan kertas yang banyak. Termasuk surat menyurat, dan rapat koordinasi melalui live streaming. Balik kepada kaitan dalam laboratorium kebijakan masing masing laboratorium mereka masing-masing menggunakan alat alat lebih canggih, jadi mereka harus melek liretasi digital,” ujar Yanuar.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu sangat mengapresiasi apa yang dilakukan PATELKI. Meraka diyakini terus meningkatkan profesional dalam menjalani profesi. Profesi mereka sebagai pekerja di Laboratorium sangat berpengaruh, dikarenakan hasil pemeriksaan Lab akan menentukan diagnosa penyakit yang akan ditangani oleh tim Dokter.

“Profesi Laboratorium ini adalah profesi profesional, mereka harus meningkatkan kemampuan, keterampilan, baik melalui pendidikan formal maupun seminar-seminar. Maka seminar seminar ini akan banyak menambah pengetahuan dan informasi tentang perkembangan ilmu, dan meningkatkan keterampilan. Karena pekerja lab ini mereka bekerja bersentuhan dengan alat-alat kesehatan. Sehingga mereka harus paham dan melek terhadap penggunaan alat ini. Mereka juga harus mampu mengikuti perkembangan jaman. Disamping itu kita tuntut mereka bagaimana memiliki etika dan idealisme yang tinggi” demikian Herawan.(rko/svc)

Berita Lainnya

Anggota Dewan Dapati Kondisi Gedung Dinas Kesehatan Kota Mirip Kelas Belajar

BENGKULU– Sidak Komisi I DPRD Kota Bengkulu, Rabu (29/1) pagi mendapati gedung Dinas Kesehatan (Dinkes) ...