Rabu , 29 Januari 2020
Home / Daerah / Kepahiang / Dua Lahan Puskesmas Masih Bermasalah

Dua Lahan Puskesmas Masih Bermasalah

Tajri Fauzan

KEPAHIANG – Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang saat ini tengah mempersiapkan perencanaan untuk pembangunan Instalasi Pembuangan Air Limbah di seluruh Puskesmas yang ada di Kabupaten Kepahiang. Hanya saja dari 14 Puskesmas yang ada di Kabupaten Kepahiang, ada 2 Puskesmas yang sepertinya belum bisa untuk diproses lebih lanjut, karena terkendala perizinan lahannya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang, Tajri Fauzan, S.KM mengungkapkan, kedua Puskesmas tersebut yakni Puskesmas Kelobak dan Puskesmas Pasar Kepahiang. Dua Puskesmas tersebut saat ini sedang dalam proses pengurusan sertifikasi lahannya. Untuk Puskesmas Kelobak, saat ini terkendala pada lahan yang masih milik Pemerintah Provinsi Bengkulu, sehingga proses penerbitan sertifikatnya diperkirakan harus melalui Pemprov terlebih dahulu.

“Sementara untuk Puskesmas Pasar Kepahiang, saat ini sertifikatnya hilang. Untuk mengurusnya kita harus minta surat keterangan dari Pemkab Rejang Lebong terlebih dahulu. Pasalnya saat penerbitan sertifikatnya dulu, wilayah Kepahiang masih tergabung dalam wilayah Kabupaten Rejang Lebong,” jelasnya, Senin (9/12).

Namun demikian, Tajri optimis pada tahun 2020 mendatang, kendala atas lahan kedua Puskesmas tersebut bisa segera tuntas. Sehingga kedua Puskesmas bisa memiliki izin operasionalnya dan bisa segera diurus Ipalnya. Walaupun demikian, Tajri menambahkan, untuk penerbitan Ipal bukanlah hal yang wajib bagi seluruh Puskesmas.

“Karena sesuai dengan aturan yang ada, Ipal hanya wajib untuk Puskesmas yang memiliki pelayanan rawat inap. Dari 14 Puskesmas yang ada, hanya 4 Puskesmas yang memiliki pelayanan rawat inap yakni Durian Depun, Ujan Mas, Kabawetan, dan Keban Agung. Sementara Puskesmas Kepahiang ini sebenarnya juga ada pelayanan rawat inap, tapi terkendala di sertifikat lahan yang hilang tadi. Jadi untuk Ipalnya kita tunggu proses sertifikasi lagi,” terangnya.

Selain mempersiapkan perencanaan Ipal untuk Puskesmas, Dinkes Kepahiang saat ini juga sedang mempersiapkan usulan perluasan kantor Dinkes yang saat ini masuk dalam kawasan Hutan Lindung Konak. Saat ini Dinkes Kepahiang sudah mengurus proses sertifikasi atas lahan Hutan Lindung tersebut kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan diharapkan bisa segera tuntas di akhir tahun ini.

“Kalau kita sudah dapat sertifikat dari sebagian wilayah Hutan Lindung Konak ini, maka proses pembangunan sudah bisa kita jalankan tahun depan. Rencananya kita akan melakukan perluasan lahan kantor dengan membangun gudang obat dan UPT Dinkes Terpusat. Namun sebelum itu, kita pastikan dulu perizinannya,” demikian Tajri. (sly)

Berita Lainnya

Komisi I Undang Tenaga Ahli, Bahas Konsep Produk Hukum Bapemperda

KEPAHIANG – Komisi I DPRD Kepahiang mengundang sejumlah tenaga ahli untuk membahas konsep produk-produk hukum ...