Rabu , 22 Januari 2020
Home / Daerah / Kaur / Rapat Take Over PT Triniti

Rapat Take Over PT Triniti

PIMPIN: Sekda Kaur memimpin rapat soal take over PT Triniti kepada PT KSM Senin (9/12). (foto:ist/rb)

KOTA BINTUHAN – Untuk kedua kalinya pembangunan kebun kelapa sawit di wilayah Kinal, Lungkang Kule dan sekitarnya gagal. Bahkan saat ini PT Triniti yang sebelumnya mengambil alih atau take over lahan  dan seluruh asset PT Desaria Plantantion Mining (DPM), beberapa tahun lalu juga tidak sanggup membangun kebun sawit di wilayah itu. Buktinya sampai saat ini berbagai persoalan termasuk pembangunan kebun plasma belum juga tuntas.

Senin (9/12)  di ruang Sekda Kaur Nandar Munadi, S.Sos, M,Si kembali digelar rapat terkait rencana take over perusahaan perkebunan sawit PT Triniti kepada PT Karya Mitra Saudara (KMS). Karena Triniti dianggap tidak lagi mampu melaksanakan kegiatan perkebunan. Kendati demikian take over yang dilakukan harus jelas. Sehingga Pemkab Kaur menggandeng Kejari Kaur untuk memastikan keabsahan dokumen take over tersebut.

Jangan sampai nantinya setelah take over dilakukan ternyata perusahaan yang baru pun tidak mampu menyelesaikan persoalan yang muncul saat ini. Pasalnya selain belum adanya kebun plasma, masalah lain yang dihadapi adalah protes warga karena lahannya masuk ke HGU. Sehingga warga tidak bisa mengurusi sertifkat lahannya. Kemudian tumpang tindih lahan dan persoalan lainnya selama ini tidak kunjung tuntas.

“Kita ingin kejelasan soal take over dari PT DPM ke Triniti dan dari Triniti ke PT KMS ini. Makanya kita minta pihak Kejari untuk melakukan pengecekan dokumen yang ada sesuai atau tidak. PT KMS kita minta harus mampu menyelesaikan persoalan yang ada yang belum tuntas selama ini. Dan sebelum jelasnya soal take over maka aktivitas di perkebunan belum kita izinkan untuk jalan,” kata Nandar Munadi.

Hadir dalam pembahasan rencana take over dari PT PM dan Triniti ke pada PT KMS kemarin dihadiri Ketua DPRD Kaur Diana Tulani, Kajari Kaur Tati Vian Sitanggang, SH, MH. Kemudian  Pabung Kodim 0408/BS Mayor Inf M Zainudin, Kasatreskrim Polres Kaur Iptu Ahmad Khairuman, Kadis Pertanian Nasrul Rahman, S.Hut. Direktur Utama PT Karya Mitra Bersaudara (KMS) Dimas.

“Setelah take over nantinya kita minta kepada PT KSM untuk menyelesaikan persoalan yang ada. Dan ini sudah kita sampaikan makanya kita tunggu hasilnya dan kita ingin ini tidak akal-akalan saja namun benar-benar take over. Sehingga harapan masyarakat dengan perusahaan baru ini bisa pasti termasuk petani plasma,” kata Nandar Munadi.

Sejak beroperasi tahun 2010 yang lalu, sampai saat ini lahan plasma 400 hektare PT DPM belum jelas. Sementara kebun inti sudah ada 1.029 hektare yang sudah panen. Karena itu lah terus menimbulkan persoalan di masyarakat. Belum lagi yang terbaru warga protes karena lahannya tidak bisa disertifikatkan oleh BPN karena masuk wilayah HGU.

Pada hal warga merasa tidak menyerahkan tanahnya ke perusahaan itu. Sehingga terjadi penyegelan dan penutupan perusahaan oleh warga. Karena gejolak ini Pemkab Kaur akhirnya menghentikan sementara kegiatan PT DPM atau Triniti beberapa bulan terakhir. Sebelum ada jalan keluar terkait persoalan yang ada. (cik)  

Berita Lainnya

Dispendik Proses Guru Malas

KOTA BINTUHAN – Dinas Pendidikan Kabupaten Kaur berjanji akan segera memproses guru malas apa lagi ...