Senin , 27 Januari 2020
Home / Breaking News / Jadi Tersangka Dugaan Korupsi, Mantan Sekretaris KPU Seluma Ditahan

Jadi Tersangka Dugaan Korupsi, Mantan Sekretaris KPU Seluma Ditahan

TERSANGKA: Mantan Sekretaris KPU Seluma, Ha (60) ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi anggaran KPU Seluma tahun 2018. Usai ditetapkan tersangka Ha langsung ditahan. (foto : yayan/rb)

SELUMA – Penyidik Unit Tipidkor Polres Seluma akhirnya menetapkan mantan Sekretaris KPU Seluma Ha (60) sebagai tersangka (tsk) dugaan korupsi anggaran KPU Seluma tahun 2018, Sabtu sore (14/12) sekitar pukul 17.30WIB.

Penetapan Ha sebagai tersangka, merupakan hasil pengembangan dari mantan Bendahara KPU Seluma AA (33) yang telah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi anggaran KPU Seluma senilai Rp 1,4 miliar dari total anggaran tahun 2018 tersebut sebesar Rp 21 miliar.

Kapolres Seluma, AKBP. I Nyoman Merthadana, S.Ik melalui Kasat Reskrim, AKP. Bakit Hadi Suseno didampingi Kanit Tipikor, Iptu Denny Siregar, SH, MH mengatakan penetapan Ha sebagai tersangka sesuai dengan keterangan tersangka AA. Juga berdasarkan barang bukti yang berhasil dikumpulkan. Yang mana hasilnya, mengindikasikan kalau Ha juga ikut menerima uang dugaan korupsi tersebut.

“Hasil pemeriksaan penyidik dan juga keterangan saksi serta barang bukti, Ha ternyata diduga kuat ikut menerima uang dalam dugaan korupsi anggaran KPU Seluma tahun 2018,” terang Denny sembari enggan menyebutkan berapa jumlah uang yang diterima AA.

Dijelaskan Denny, sebelum ditetapkan sebagai tersangka, mantan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) KPU Seluma tersebut, terlebih dulu menjalani pemeriksaan kemarin. “Usai pemeriksaan, Ha langsung kita tetapkan sebagai tersangka dan langsung kita lakukan penahanan,” jelas Denny.

Dengan telah ditetapkannya mantan Sekretaris KPU Seluma yang telah pensiun pada Oktober 2018 lalu ini kata Denny, pihaknya akan terus konsisten untuk mengungkap tuntas perkara ini. Sehingga, meski sudah menetapkan AA sebagai tersangka, penyidik masih akan terus melakukan pengembangan untuk mencari bukti baru dan juga kemungkinan tsk baru yang juga telah menikmati uang harap tersebut.

“Kami tidak ada kompromi dengan perkara ini. Siapapun yang terlibat pasti akan kita tetapkan sebagai tsk. Selanjutnya akan kita lakukan pengembangan kembali terhadap dua tsk yang telah kita tetapkan sebagai tsk ini,” tegas Denny.

Dalam kasus ini, Ha dijerat dengan Pasal 2, 3, 8, 9 dan Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 yang sebagai mana diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo Pasal 55 Ayat 1 ke (1)  KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun. “Karena hukumannya di atas lima tahun, maka tsk ini langsung kita lakukan penahanan,” sampai Denny.

Sekadar mengingatkan perkara dugaan korupsi di KPU Seluma ini muncul setelah adanya pembayaran gaji PPK dan PPS di tiga kecamatan yang bertugas pada Pemilu Serentak 17 April lalu belum dibayarkan alias menunggak. Ketiga kecamatan itu yakni Semidang Alas Maras (SAM), Semidang Alas dan Kecamatan Ulu Talo.

Gaji tertunggak tersebut terjadi di bulan November dan Desember 2018. Polres Seluma saat itu langsung sigap melakukan penyelidikan dengan  memeriksa sejumlah saksi baik ASN maupun tenaga honorer di bagian keuangan KPU Seluma termasuk juga komisioner KPU Seluma dan mantan Sekretaris KPU Seluma, Ha yang juga telah ditetapkan sebagai tsk ini. (aba)

Berita Lainnya

Antisipasi Virus Corona, Dinkes Provinsi Siapkan Rakor Bersama Instansi Terkait

BENGKULU– Cepatnya penyebaran virus Corona yang berasal dari Wuhan China saat ini sudah diantisipasi berbagai ...

error: Content is protected !!