Kamis , 27 Februari 2020
Home / Breaking News / Kuasa Hukum Konsultan Pengawas Proyek Pembangunan Alun-alun Berendo Bantah Lakukan Pemerasan

Kuasa Hukum Konsultan Pengawas Proyek Pembangunan Alun-alun Berendo Bantah Lakukan Pemerasan

JUMPA PERS : Tim Kuasa Hukum konsultan pengawas pembangunan Alun-alun Taman Berendo, Kota Bengkulu, Endri Agustomi saat melakukan jumpa pers, terkait tudingan Kuasa Direktur PT. Karya Duta Mandiri Sejahtera, Amiruddin Murtuza, Sabtu (14/12). (foto : febi/rb)

BENGKULU– Tim Kuasa Hukum konsultan pengawas pembangunan Alun-alun Taman Berendo, Kota Bengkulu, Endri Agustomi membantah tudingan telah melakukan pemerasan terhadap kontraktor, seperti yang dilaporkan Amiruddin Murtuza. Ini disampaikan A. Yamin SH. MH saat menggelar jumpa pers, Sabtu (14/12) sore.

“Data yang kami dapatkan dari klien kami bahwa saudara Amiruddin ini tidak ada hubungan hukum terhadap kegiatan pembangunan alun-alun tersebut. Data yang kami dapat yang punya hubungan sebenarnya dengan proyek tersebut adalah Direktur Utama PT. Karya Duta Mandiri Sejahtera atas nama Bapak Anton bukannya Amiruddin ini,” jelas Yamin.

Ditambahkan Yamin,  salah satu nama yang dilaporkan bukanlah nama dari kliennya. “Untuk data klien kami sebagai konsultan pengawas ialah Ir. Endri Agustomi. MT. Ini tidak seperti nama yang beredar pada laporan tersebut,” imbuh Yamin.

Ia menambahkan, pihaknya memiliki data pengawasan yang dilaksanakan oleh konsultan pengawas dan dapat dipertanggung jawabkan. “Informasi yang kita dapat dari klien bahwa pembangunan ini sekarang hanya dibatas termin pertama menuju termin kedua, yang artinya belum 50 persen. Ya maka termin kedua belum dapat dicairkan karena sesuai dengan aturan kontrak termin dapat dicairkan jika sudah terpenuhi karena termin mereka baru sebatas 44,9 persen. Karena selaku konsultan pengawas ada pertanggung jawaban hukum, ” lanjutnya.

Pihaknya, kata Yamin tidak sungkan untuk melakukan upaya hukum, jika terjadi hal-hal yang dapat merugikan kliennya. “Sekali lagi kami membantah keras dugaan yang ditujukan bagi klien kami itu tidak benar. Bila mana ada hal yang urgent dan merugikan klien kami tidak menutup kemungkinan akan kami lakukan upaya hukum,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kuasa Direktur PT. Karya Duta Mandiri Sejahtera, Amiruddin membuat laporan ke Kejaksaan Agung RI. Amiruddin Murtuza seolah-olah merasa diperas dan dirugikan miliaran rupiah akibat proyek pembangunan alun-alun Taman Berendo. Sejumlah nama terseret dalam laporan tersebut. Diantaranya  konsultan pengawas bernama Hendri, mantan Kadis  PUPR Kota Bengkulu, Beni Irawan, dan PPTK Sabirin. Termasuk nama Walikota Bengkulu Helmi Hasan juga ikut disinggung. Dalam laporan tersebut, Helmi Hasan seolah-olah meminta atau menitipkan pesan untuk meminta uang terkait proyek tersebut. Sehingga Amiruddin merasa dirugikan mencapai Rp 2 miliar. (cw5)

Berita Lainnya

TLB Salurkan CSR Untuk Pembangunan Dua Masjid di Jalur SUTT

BENGKULU– Sebagai bentuk tanggung jawab sosial terhadap lingkungan sekitar, PT. Tenaga Listrik Bengkulu (TLB) yang …