Rabu , 29 Januari 2020
Home / Daerah / Kaur / Pengusaha Tambak Dituntut 3,5 Tahun Penjara

Pengusaha Tambak Dituntut 3,5 Tahun Penjara

KOTA BINTUHAN – Perkara tambak udang diduga ilegak saat ini sudah bergulir di Pengadilan Negeri Bintuhan. Jumat (13/12) digelar sidang dengan agenda pembacaan tuntutan oleh jaksa penuntut umum Kejari Kaur. Dalam sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Purwanta, SH, MH berserta dua hakim anggota, Erif Airlangga dan Alto Antonio, jaksa penuntut umum menuntut terdakwa Ade Feriwan 3,5 tahun penjara dan denda Rp 20 juta, subsider 3 bulan kurungan.

Menurut jaksa penuntut umum, pokok-pokok tuntutan diantaranya terkait penyampaian keterangan saksi, termasuk beberapa saksi ahli yang didatangkan. Sehingga jaksa penuntut umum memutuskan menuntut terdakwa dengan hukuman tersebut. Terdakwa dalam menjalankan usaha tidak memiliki surat izin usaha perikanan.

“Dengan memperhatikan pasal 29 Jo pasal 26 ayat 1 UU nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan, dalam hal ini jaksa melakukan penuntut. Dan demi keadilan dan kebenaran serta dilaksanakan secara independen. Dan berdasarkan hukum dan hati nurani memberikan tuntunan kepada terdakwa Ade Feriwan dengan tuntutan selama 3 tahun dan 6 bulan. Dengan dikurangi selama terdakwa dalam tahanan serta denda Rp 20 juta subsider 3 bulan kurungan,” ungkap jaksa penuntut umum Kejari Kaur Gufron, SH, MH membacakan tuntutan.

Setelah pembacaan tuntutan jaksa penuntut umum, tim kuasa hukum terdakwa akan memberikan pembelaan pada persidangan lanjutan dengan agenda pembacaan pledoy,  Senin pekan depan.

“Sidang kita tutup dan akan kita lanjutkan Senin siang tanggal 16 Desember yang akan datang,” tutup Ketua Majelis Hakim, Purwanta, SH, MH.

Penasihat hukum terdakwa, merasa kalau tambak udang yang dikelola oleh terdakwa adalah pribadi dan bukan PT. Sehingga tidak harus mempunyai surat izin usaha perikanan .

“Kami merasa janggal atas tuntutan ini, karena menurut kami pembudidaya pribadi tidak diwajibkan memiliki surat izin usaha perikanan. Karena tidak ada klasifikasi menggunakan alat berat atau tidak dan sebagainya. Makanya dalam pembelaan nantinya akan kami jelaskan semua,” ujar salah seorang pengacara dari Maurisya and Partner yang enggan memberikan namanya pada wartawan.

Saat ini Ade Feriawan tidak lagi ditahan, karena setelah sidang k kuasa hukum telah mengajukan penangguhan penahanan ke Pengadilan Negeri Bintuhan. Terdakwa  ditetapkan tersangka oleh penyidik Tipiter Polres Kaur lantaran usaha tambak udang miliknya tidak memiliki surat izin usaha perikanan. (cik) 

Berita Lainnya

Bupati Turun Tangan Selesaikan Persoalan PT DPM

KOTA BINTUHAN – Bupati Kaur Gusril Fauzi, S.Sos, M.AP Selasa (27/1) sekitar pukul 10.00 WIB ...

error: Content is protected !!