Minggu , 26 Januari 2020
Home / Borgol / Bahan Bom Rakitan di Seluma Sama dengan Peledak Ikan

Bahan Bom Rakitan di Seluma Sama dengan Peledak Ikan

Irjen Pol. Drs. Supratman, MH 

BENGKULU– Tim Labfor Mabes Polri dan Polda Sumatera Selatan (Sumsel) tengah mengelola hasil pengecekan dan olah tempat kejadian perkara (TKP),  terkait ledakan bom yang menimpa Halidin, orangtua Kades Padang Serunaian Kecamatan Semidang Alas Kabupaten Seluma.  Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Drs. Supratman, MH mengatakan dari hasil pengecekan yang dilakukan tim Labfor diketahui jika bom yang meledak di Seluma tersebut berbahan sama dengan bom ikan.

“Orang yang bisa bikin bom ikan, bisa membuat bom itu. Hanya masalahnya sekarang kan niat orang inikan. Kalau bom ikan kan untuk mengambil ikan, kalau inikan niatnya betul-betul kriminal, mencelakakan seseorang. Bahan yang terkandung sama dengan bom ikan. Makanya dia simpel sekali,” beber Kapolda Supratman.

Disisi lainnya, Kapolda mengatakan jika untuk mengungkap kasus ini, sejumlah saksi sudah dimintai keterangan. Termasuk juga mantan kades berinisial, Ismail Fahmi. “Mantan kepala desa kita ambil keterangan. Kalau sudah ada kaitan pasti kita tangkap, kita masih cari ya,” demikian Kapolda.

Ditambahkan Supratman, selain berupaya mengungkap pelakunya. Mereka juga tengah mengungkap motif pastinya dari pengeboman tersebut. “Untuk penanganan kasus langsung dilakukan oleh Polda, dir intel, dirum dan kapolres serta densus masih berada di lapangan. Setiap perkembangan akan diinformasikan, mudah-mudahan secepatnya. Siapapun pelakunya akan cepat ditangkap,” tegas jenderal bintang dua asal Kabupaten Seluma tersebut.

Disampaikan Supratman, dari penyelidikan sementara diketahui permasalahan di desa tersebut tidak ada terkecuali adanya konflik pasca terjadinya pemilihan kepala desa (Pilkades) 7 November 2019 lalu, yang kadesnya dilantik 17 Desember 2019. “Untuk motif belum tahu, ini baru dugaan. Selama ini di desa itu tidak ada kecuali masalah kepala desa.  Mereka baru selesai pemilihan kepala desa. Kebetulan korban ini orangtua dari kepala desa yang terpilih. Akan kita lihat, akan kita tarik ke belakang. Namanya pemilihan kepala desa ada yang menang ada yang kalah.pasti sedikit ada terjadi konflik, itu yang lagi kita cari. Apakah ada kaitan atau tidak, masih kita dalami. Dan informasinya, korban ini dulunya menjaid tim sukses dari kepala desa yang tidak terpilih. Makanya akan kita lihat,” paparnya. (zie)

Berita Lainnya

Tak Perlu MOU Soal Pemkot Ambil Alih Pengelolaan Pantai Panjang oleh Pemda Kota, Cukup Pemprov Hibahkan Saja

BENGKULU– Kesiapan Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu mengambil ahli kembali pengelolaan wisata Pantai Panjang mendapat respon ...

error: Content is protected !!