Minggu , 26 Januari 2020
Home / Metropolis / HET Tabung Gas Melon Naik Jadi Rp 18 Ribu

HET Tabung Gas Melon Naik Jadi Rp 18 Ribu

Novian Fitri

BENGKULU–  Dewan Pengurus Cabang (DPC) Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Provinsi Bengkulu telah mengusulkan kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) tabung elpiji 3 kilogram (kg) atau biasa disebut gas melon. Hal ini disampaikan Kabid LPG DPC Hiswana Provinsi Bengkulu, Novian Fitri, Selasa (14/1) siang.

Ia mengatakan, HET gas elpiji 3 kg sudah 5 tahun tidak mengalami kenaikan. Yakni Rp 15.300 per tabung. Sebelumnya, mereka juga sudah beberapa kali mengajukan kenaikan.  “Rencana kenaikan elpiji, kita sudah rapat yang dihadiri oleh SKPD termasuk Sekda, Dinas Perindag, Dinas Perhubungan, dan Dinas ESDM. Hasil rapat itu kelihatan kita ada harapan untuk kenaikan elpiji 3 kg di Provinsi Bengkulu. Mengingat harga elpiji 3 kg di Bengkulu paling murah se-Sumatera, mungkin se-Indonesia, yakni Rp 15.300,” kata Novian.

Di provinsi tetangga, kata Novian, HET gas elpiji tersebut sudah naik sejak beberapa tahun lalu. Misalnya Lampung  Rp 18 ribu per tabung. Kemudian provinsi lainnya ada yang Rp 17 ribu per tabung. “Bahkan ada yang Rp 20 ribu. Harapan kami dalam waktu dekat ada kenaikan elpiji 3 kg. Kemarin saya sudah berkoordinasi dengan Perindag, memberikan lampu hijau bahwa dalam waktu dekat, kenaikan elpiji dipertimbangkan ada kenaikan.  Minimal sama dengan Lampung,” ungkapnya.

Ada beberapa alasan usulan kenaikan HET Tabung Elpiji tersebut. Diantaranya Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) dan Upah Minimum Provinsi (UMP) mengalami kenaikan. Selain itu, ada kenaikan sparepart dan Bahan Bakar Minyak (BBM). Serta terhadap pelaku bisnis yang mendistribusikan tabung elpiji juga sudah menaikkan gaji karyawan baik sopir, kernet dan juga tenaga administrasi. “Alasan selaku pebisnis, distribusi mengalami kendala-kendala seperti spartpare sudah beberapa kali kenaikan, BBM juga sudah beberapa kali kenaikan, kemudian gaji pegawai kita supir dan kernet serta administrasi sudah beberapa kali kenaikan, mengingat UMK sudah beberapa kali naik, alasan itu bukan menjadi pertimbangan Pemda,” demikian Novian. (zie)

Berita Lainnya

Atasi Sampah di Kota, DLH Minta Kontribusi LPM

BENGKULU – Persoalan tumpukan sampah liar di Kota Bengkulu sampai saat ini belum bisa tertangani ...

error: Content is protected !!