Jumat , 21 Februari 2020
Home / Daerah / Kepahiang / Beraksi di Lokasi Berbeda, Dua Pelaku Curat Dibekuk

Beraksi di Lokasi Berbeda, Dua Pelaku Curat Dibekuk

EKSPOSE: Kapolres Kepahiang, AKBP Suparman, S.IK didampingi Kasat Reskrim, AKP Yusiady, S.IK saat memberikan keterangan pers pada ekspose hasil tangkapan Curat, Rabu (15/1).(foto: arie/rb).

KEPAHIANG – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Kepahiang berhasil mengamankan 2 orang pelaku pencurian dengan pemberatan (Curat) yang beraksi di dua lokasi berbeda pada Selasa (14/1) lalu. Keduanya yakni AS (33) warga Kelurahan Padang Lekat Kecamatan Kepahiang, dan SH (24) warga Desa Cinto Mandi Kecamatan Bermani Ilir.

Kedua tersangka ini diamankan di lokasi berbeda, berbekal pengaduan dari para korbannya ke Mapolres Kepahiang. AS diamankan diamankan di kediamannya di Kelurahan Padang Lekat pada pukul 22.00 WIB, Selasa (14/1) malam. Sementara SH diamankan lebih dulu yakni pada pukul 19.00 WIB di Jalan Pasar Tengah Kecamatan Kepahiang.

Kapolres Kepahiang, AKBP Suparman, S.IK didampingi Kasat Reskrim AKP Yusiady, S.IK dalam keterangan pers yang digelar di Mapolres Kepahiang, Rabu (15/1) menerangkan, penangkapan kedua tersangka tersebut berkat kerja cepat yang dilakukan jajarannya dalam menerima setiap pengaduan dari masyarakat.

“Ya keduanya beraksi di tempat berbeda pada waktu yang bersamaan. AS mencuri 1 unit hanphone merek Vivo V15 milik Bambang Irawan (39), seorang PNS warga Desa Taba Tebelet Kecematan Kepahiang. Sementara SH mencuri beberapa perlengkapan rumah tangga milik Andi Irawan (16) seorang pelajar asal Kecamatan Binduriang Kabupaten Rejang Lebong, yang kost di Kelurahan Dusun Kepahiang,” terang Kapolres.

Dari kedua tersangka, aparat berhasil menyita barang bukti berupa 1 unit hanphone Vivo V15 yang dicuri oleh AS. Kemudian barang yang dicuri oleh SH, berupa 1 unit rice cooker, sepasang sepatu merek Adidas, sepasang sepatu merek DC, 1 bungkus beras dengan berat 3 Kg, dan 1 buah botol bekas air mineral tempat korban menyimpan uang Rp 600 ribu.

“Saat ini keduanya masih kita amankan di Mapolres Kepahiang, dan masih dalam tahap pemeriksaan lebih lanjut, guna mencari tahu apakah ada kemungkinan kedua pelaku pernah beraksi di lokasi lain atau tidak,” singkat Kapolres.

Sementara itu, SH ketika ditanyai perihal aksi yang dilakukannya mengaku terpaksa mencuri lantaran ia dan istrinya sudah 2 hari tidak makan, setelah diusir oleh neneknya yang tinggal di Kelurahan Padang Lekat, Kecamatan Kepahiang. Ia mengaku saat diusir neneknya, ia dan istrinya berencana ingin kembali ke tempat orang tuanya di Kota Pekanbaru Provinsi Riau, namun keduanya belum memiliki uang untuk ongkos pulang.

“Awalnya saya bekerja menjual buah di tempat nenek saya, katanya supaya bisa mengumpulkan ongkos pulang ke Pekanbaru. Namun setelah lama bekerja, saya tidak diberikan gaji dan malahan diusir. Saya memang salah, bang. Tidak akan membela diri seperti apa. Hanya saya berusaha agar istri saya tidak kelaparan, makanya saya terpaksa mencuri,” ungkapnya sembari menangis.(sly)

Berita Lainnya

Maling Pisang Milik Jaksa, Remaja Dibekuk Warga

KEPAHIANG– Warga Desa Taba Tebelet Kecamatan, Kamis (20/2) dihebohkan dengan tertangkapnya seorang remaja dibawah umur …