Senin , 17 Februari 2020
Home / Probis / Defisit Transaksi Neraca Berjalan Turun

Defisit Transaksi Neraca Berjalan Turun

BENGKULU – Bank Sentral Indonesia di Jakarta sudah merilis terjadi penurunan neraca perdagangan Indonesia Pada Desember 2019 mencatat defisit sebesar 0,03 miliar dollar Amerika Serikat. Ternyata ini menurun signifikant dibandingkan dengan defisit pada bulan sebelumnya sebesar 1,139 miliar dollar Amerika.

Kepala Tim Advisory  dan Pengembangan Ekonomi  Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu Rif’at Pasha berpendapat,  dengan menurunnya defisit neraca transaksi berjalan ini akan berdampak positif secara nasional juga bagi daerah termasuk di Bengkulu.

Alasannnya kata dia, lantaran itu semua akan akan memperkuat ketahanan eksternal termasuk nilai tukar. “Kita tentunya tahu bahwa nilai tukar yang stabil akan mendukung pencapaian inflasi yang stabil pula serta lebih memberikan kepastian usaha dan penentuan ongkos produksi,” paparnya.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Onny Widjanarko mengatakan perkembangan ini terutama dipengaruhi oleh surplus neraca perdagangan nonmigas akibat penurunan impor nonmigas untuk seluruh jenis barang dan disertai oleh kinerja ekspor nonmigas yang membaik.

“Sementara itu, defisit neraca perdagangan migas menurun ditopang oleh peningkatan ekspor migas di tengah kinerja impor migas yang stabil,” jelasnya kepada RB.

Dengan perkembangan tersebut, sebut dia neraca perdagangan Indonesia pada tahun 2019 mencatat defisit sebesar 3,20 miliar dolar AS, lebih rendah dibandingkan dengan defisit pada tahun sebelumnya sebesar 8,70 miliar dolar AS. Kondisi tersebut ditopang oleh penurunan kinerja impor didukung oleh kebijakan substitusi impor di tengah kinerja ekspor yang belum kuat seiring dengan perlambatan ekonomi global dan turunnya harga komoditas.

Neraca perdagangan nonmigas pada Desember 2019 mengalami surplus 0,94 miliar dolar AS, setelah pada bulan sebelumnya mencatat defisit 0,30 miliar dolar AS. Perkembangan tersebut terutama dipengaruhi oleh penurunan impor nonmigas barang konsumsi seperti kendaraan dan bagiannya. Selain itu, impor bahan baku dan barang modal juga turun, seperti mesin/peralatan listrik serta besi dan baja.

Membaiknya neraca perdagangan nonmigas juga ditopang oleh kinerja ekspor nonmigas yang meningkat, seperti komoditas lemak dan minyak hewani/nabati; bijih, kerak dan abu logam, serta pakaian dan aksesorinya. Secara kumulatif, neraca perdagangan nonmigas sepanjang tahun 2019 mencatat surplus 6,15 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan dengan surplus pada periode sebelumnya sebesar 4,00 miliar dolar AS. (iks)

Berita Lainnya

Chatime Segera Buka di Mega Mall

BENGKULU – Mega Mall Pasar Minggu merencanakan menambah satu usaha baru yang akan masuk, paska ...