Jumat , 21 Februari 2020
Home / Metropolis / Muhasabah Diri

Muhasabah Diri

Adi Sucipto

BENGKULU – Dalam hidup yang singkat ini, banyak orang terlena dengan nikmat usia yang dimilikinya. Padahal, kata pepatah Arab, manusia tak ubahnya dari sekumpulan hari-hari. Setiap kali satu hari berlalu, berlalu pula sebagian dari umur manusia di dunia ini. Jika seseorang hari ini berusia 10 tahun, maka pada tahun depan, di hari yang sama, ia telah menjadi 11 tahun.

Saat ia merayakan ulang tahunnya, orang mengucapkan “selamat panjang umur.” Sesungguhnya, umurnya tidak pernah menjadi lebih panjang. Bahkan sebaliknya, jatah usianya di dunia ini makin berkurang.  Kita telah mulai memasuki tahun 2020, artinya tahun 2019 telah kita tinggalkan. Mari merenung sejenak, kita bermuhasabah, sebagaimana Allah telah berfirman yang artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS.Al-Hasyr :18).

Di dalam hadis nabi Muhammad SAW, beliau bersabda,“Dari Syadad bin Aus r.a, dari Rasulullah SAW, bahwa beliau berkata, “Orang yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah SWT”. (HR. Imam Turmudzi).

Muhasabah, yang berarti mengintropeksi akan diri sendiri, menghitung diri dengan amal-amal perbuatan yang pernah di masa-masa yang sudah lalu.Manusia yang beruntung adalah manusia yang senantiasa memperbaiki diri dan selalu mempersiapkan dirinya untuk kehidupan yang kekal abadi kelak di akhirat, hakikat keberuntungan dan kesuksesan ialah manusia yang selamat kelak di yaumul akhir.

Dengan senantiasa melaksanakan muhasabah, di setiap waktu setiap detik seorang hamba tidak akan menyianyiakan waktu yang telah Allah berikan dalam kehidupannya, di sisa umurnya seorang hamba akan dengan sebaik-baiknya memanfaatkan waktunya untuk berbuat baik demi meraih keridhaan Allah SWT.

Juga di dalam kehidupan bermasyarakat, seseorang yang senantiasa bermuhasabah akan senatiasa memperbaiki akhlak untuk bisa hidup sebagai manusia yang sebaik-baiknya dan dicintai Allah SWT, seseorang akan bisa hidup dengan damai dan tentram.

Semoga di tahun 2020 amal kita lebih baik dari tahun sebelumnya, diantara kita ada yang haji/umroh, terbebas hutang, berhasil dalam study, menyempurnakan separuh agama bagi yang jomblo, usaha bisnis makin baik, lancar mengaji dan kebaikan lainnya. Amin (iks)

Berita Lainnya

Jadi Lingkaran Setan, Fraksi PAN Desak BPJS Kesehatan Dihapuskan

BENGKULU– Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta sudah menggaungkan penolakan BPJS, serta sepakat agar …