Jumat , 21 Februari 2020
Home / Daerah / Bengkulu Utara / Proyek Pembangunan Dua Jembatan Senilai Rp 28,5 Miliar, Tak Ada yang Tuntas

Proyek Pembangunan Dua Jembatan Senilai Rp 28,5 Miliar, Tak Ada yang Tuntas

KEJAR TARGET: Proyek jembatan di Kota Agung, Bengkulu Utara juga belum tuntas. (foto : shandy/rb) 

ARGA MAKMUR – Setelah mencuat lantaran tidak ada aktifitas pengerjaan,  saat ini mulai tampak ada beberapa buruh bangunan yang mulai bekerja membangun jembatan Desa Air Padang, Bengkulu Utara. Satker Kementerian PUPR Wilayah Provinsi Bengkulu menganggarkan dana Rp 28,5 miliar untuk pembangunan dua jembatan.

Menariknya, jika jembatan Air Padang mulai dikerjakan, justru jembatan Desa Kota Agung Air Besi tidak ada aktivitas. Meskipun beberapa beton susun dan alat berat jenis crene berada di lokasi, nampak tak satupun pekerjaan berada di lokasi ataupun beraktivitas. PT Adhitya Mulia Mitra Sejajar (AMMS) mengerjakan dua jembatan tersebut sekaligus dan keduanya sampai saat ini belum tuntas. Proyek ini dimulai tahun lalu.  PT AMMS diberikan waktu 50 hari perpanjangan dengan konsekwensi denda untuk menuntaskan pengerjaan dua jembatan tersebut sekaligus.

Beberapa pekerja yang ditemui menuturkan jika hanya ada satu kelompok pekerja yang mengerjakan pekerjaan dua jembatan tersebut. Sehingga mereka semula mengerjakan jembatan Jalan Lintas Barat (Jalinbar) Desa Kota Agung diminta untuk melaksanakan pekerjaan jembatan Air Padang. “Makanya kami sekarang bekerja disini, sebelumnya di Air Besi (Kota Agung, red),” ujar salah satu pekerja.

Terkait permasalahan pekerjaan, para pekerja mengaku tak mengetahui hal tersebut. Mereka hanya mengerjakan apa yang diminta oleh pihak pelaksana.   “Kami tidak tau kalau soal kontrak, selagi bahannya ada dan ada perintah mengerjakan, ya kami kerjakan,” kata para butuh pembangunan jembatan tersebut.

Sementara itu Pejabat Pembuat Komitment (PPK) yang terkait dengan pekerjaan tersebut dari Satker Kementerian PUPR Wil Provinsi Bengkulu Mardi menegaskan sudah memerintahkan kontraktor untuk segera melanjutkan pekerjaan. Meskipun kontraktor optimis jika pekerjaan paket proyek Rp 28,5 miliar tersebut akan tuntas. “Kontraktornya masih yakin akan tuntas, kita lihat nanti di akhir 50 hari penambahan waktu. Saya sudah perintahkan untuk segera menyelesaikan,” tegas Mardi.

Saat ini, PT AMMS sudah menerima dana Rp 8,4 miliar atau sekitar 3 persen dari pagu anggaran. Ia memastikan jika jumlah dana tersebut masih sesuai dengan fisik yang sudah dikerjakan sekarang. Selain memang masih ada uang jaminan Rp 1,4 miliar.

“Jika memang sampai 50 hari penambahan kita nilai progresnya tidak sesuai dengan harapan, maka kita akan stop dan hitung sesuai dengan fisik yang ada di lapangan,” pungkas Mardi. (qia)

 

 

Berita Lainnya

Peduli Kebersihan Lingkungan, PT. TLB Serahkan Bantuan Kontainer Sampah untuk Kelurahan Teluk Sepang

BENGKULU–  Merealisasikan program Corporate Social Responsibility (CSR), PT. Tenaga Listrik Bengkulu (TLB) menyerahkan bantuan 1 …