Jumat , 21 Februari 2020
Home / Daerah / Bengkulu Selatan / Semua OPD Dikerahkan Segera Membuat Posko

Semua OPD Dikerahkan Segera Membuat Posko

SIAP: Seluruh OPD siap antisipasi bencana saat rapat bersama BPBD, Jumat (17/1). (foto:rio/rb)

KOTA MANNA – Menghadapi cuaca ekstrim saat ini Pemkab Bengkulu Selatan menggelar Rapat Koordinasi,  Jumat (17/1). Rakor tersebut, menindaklanjuti instruksi Menteri Dalam Negeri dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

“Meski ini tugas utama BPBD, namun seluruh OPD diharapkan harus bergerak. Diantaranya Dinas PUPR, Dinkes dan Pol PP. Semua punya peran masing-masing,” ujar Asisten I Setda Bengkulu Selatan Yunizar Hasan, M.AP saat memimpin rapat kemarin.

Yunizar meminta kepada tim teknis di BPBD, supaya selalu siap siaga menerima laporan masyarakat jika terjadinya bencana. “No HP petugas BPBD maupun call center BPBD harus selalu aktif. Jangan sampai ketika terjadi bencana masyarakat mau lapor, HP atau call center tidak aktif atau sulit dihubungi,’’ jelas Yunizar.

Selain itu, Yunizar juga minta kepada SPBU agar menyiapkan stok BBM darurat khususnya untuk transportasi  serta mobilisasi dalam penanganan bencana.

‘’Saya mendengar ada keluhan bahwa petugas kesulitan mendapatkan BBM. Misalnya, untuk tanggulangi longsor, alat berat butuh BBM. Jadi SPBU dan instansi teknis agar menjaga stok BBM untuk hal darurat. Jangan sampai kosong,” pesan Yunizar.

Bagian lain Kepala Dinas BPBD Bengkulu Selatan, Yarusdi, S.Sos, menjelaskan berdasarkan pemetaan di BPBD, ada beberapa Kecamatan masuk wilayah rawan bencana. Yakni Kecamatan Pasar Manna daerah rawan bencana banjir, Kecamatan Ulu Manna wilayah rawan longsor, dan Kecamatan Pino Raya daerah rawan banjir dan longsor.

‘’Terkait prediksi cuaca ekstrim dari BMKG itu, sesuai perintah BNPB bahwasannya kita di Kabupaten Bengkulu Selatan akan membentuk posko-posko di kecamatan, desa dan daerah yang tingkat rawan bencananya tinggi. Posko nanti bakal dibebtuk di desa, dan kecamatan. Sedangkan posko induk berada di BPBD sendiri,” beber Yarusdi.

Ada pun posko yang akan dibentuk nantinya, lanjut Yarusdi bukan merupakan pembangunan baru. Namun posko tersebut akan manfaatkan fasilitas yang sudah ada. Yakni Poskamling atau rumah warga yang kondisi kosong untuk dimanfaatkan sebagai posko.

“Nantinya untuk petugasnya akan melibatkan masyarakat di daerah itu. Tapi, mereka ini ronda untuk memantau jika terjadi bencana. Kalau ada bencana, mereka segera lapor dan bisa cepat ditanggulangi. Tetapi posko ini akan dimulai, masih menunggu petunjuk  Pak Bupati,” demikian Yarusdi.(tek)

Berita Lainnya

Rumah Nelayan Dipindah

KOTA MANNA – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Bengkulu Selatan (BS) memastikan tahun …