Jumat , 21 Februari 2020
Home / Daerah / Bengkulu Utara / Terjaring Razia, Pelaku Pencuri Motor Ditangkap

Terjaring Razia, Pelaku Pencuri Motor Ditangkap

DITANGKAP: Pelaku pencurian yang berhasil ditangkap polisi berawal dari razia. (foto: shandy/rb)

ARGA MAKMUR – Polres Bengkulu Utara berhasil membekuk AP (18) warga Desa Talang Curup Kecamatan Kerkap Bengkulu Utara, Kamis (16/1) lalu. AP diketahui adalah pelaku pencurian di kediaman milik Juharni di Desa Karang Anyar II 31 Oktober lalu.

Dari kediaman tersebut, pelaku menggasak satu unit Honda Vario dan uang Rp 700 ribu. Pelaku tertangkap saat polisi melakukan razia di perbatasan Bengkulu Utara dan Bengkulu Tengah. Saat itu pelaku yang mengemudikan motor Honda Vario terjaring razia. Setelah motornya diamankan Polisi, pelaku tiba-tiba menghilang meninggalkan motor tersebut dalam posisi terkunci stang.

Kapolres Bengkulu Utara, AKBP. Anton Setyo Hartanto, S.IK, MH melalui Kasat Reskrim AKP. Jery S Nanggolan, S.IK menuturkan polisi langsung melakukan penyelidikan lantaran ada orang yang berani meninggalkan motornya sebelum dikenakan sanksi tilang. Setelah ditelusuri pemiliknya, rupanya motor tersebut sudah dilaporkan hilang dicuri.

“Makanya kita langsung kembangkan pada siapa yang membawa motor tersebut saat dilakukan razia,” katanya, Jum’at (17/1).

Dari beberapa warga yang ketika razia juga ikut terjaring polisi, didapati nama AP. Dari sanalah polisi melakukan penangkapan AP di rumahnya tanpa perlawanan.

“Pelaku mengakui perbuatannya, untuk uang sudah dihabiskannya untuk berfoya-foya,” ujar Kasat.

Pelaku berhasil menggasak motor dan uang tersebut dengan cara merusak jendala rumah korban dengan parang. Pelaku yang mengetahui saat itu rumah tengah kosong mengacak-acak rumah korban dan mengambil uang di dalam kamar korban.

“AP ini mengambil kunci motor yang diletakkan pelaku di kamarnya. Jadi memang pelaku memiliki kunci motor yang asli,” terangnya.

Dalam pengembangan diketahui jika pelaku ini sudah beberapa kali terlibat kasus pencurian. Namun statusnya yang masih anak-anak membuat korbannya iba dan bersedia berdamai dan mencabut laporan sehingga pelaku ini lolos dari jerat hukum.

“Namun kali ini kita lakukan penahanan, meski statusnya masih anak-anak. Karena perbuatannya sudah berulang kali dan sudah pernah kita ingatkan,” pungkas Jery. (qia)

Berita Lainnya

Galungan, Pererat Kerukunan Umat

ARGA MAKMUR – Sebanyak 5 ribuan masyarakat Hindu Bali di Bengkulu Utara merayakan Hari Raya …