Senin , 17 Februari 2020
Home / Daerah / Bengkulu Tengah / Warga Tolak Hasil Pengukuran Jalan Tol

Warga Tolak Hasil Pengukuran Jalan Tol

BENTENG – Sebanyak 85 warga pemilik lahan di kawasan Desa Jumat, Kecamatan Talang Empat, Kabupaten Bengkulu Tengah yang menjadi Warga Terdampak Pembangunan jalan tol, menolak hasil pengukuran lahan yang diukur oleh tim pengukuran dari Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Bengkulu Tengah beberapa waktu lalu.

Warga menilai lahan yang bakal terdampak pembangunan jalan tol tersebut, luasnya belum terdapat kecocokan dengan  surat tanah yang dipegang warga. Hal ini disampaikan Kepala Desa Jumat (17/1), Raki’in. “Warga yang memiliki lahan tersebut meminta kami sebagai penyambung suara dari mereka,” terang Kades, Jum’at (17/1).

Menurut Kades, total 157 warga yang diundang beberapa hari lalu untuk mendengarkan pemaparan hasil pengukuran lahan, diketahui 72 warga telah menandatangani dan menyatakan setuju atas hasil pengukuran. “Namun, sebagian besar masih merasa belum puas hasil pengukuran dan minta agar pengukuran dilakukan kembali,” katanya.

Apalagi, menurut Raki’in, untuk besaran ganti rugi, warga belum mendapatkan gambaran secara pasti nominal yang diberikan dan harus sesuai dengan aturan ganti rugi mesti berpedoman pada Peraturan Gubernur Nomor 116 Tahun 2016.

Warga mempertanyakan, berapa untuk nilai harga atau nominal yang akan diterima warga. Sampai sekarang, ditegaskan Raki’in, pemilik lahan yang menjadi Warga Terdampak Pembangunan jalan tol belum mendapatkan gambaran mengenai hal tersebut. “Kami minta segera diberikan penetapan harganya,” jelas Kades.

Sementara itu, Kasi Pengadaan Tanah Badan Pertanahan Nasional Bengkulu Tengah, Eriyanto mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi terkait dengan hasil pengukuran ulang yang diminta oleh warga. “Agar tidak ada yang keliru, maka apa yang disampaikan warga juga akan ditindaklanjuti,” pungkasnya.(vla)

Berita Lainnya

Warem Marak, Warga Bengkulu Tengah Minta DPRD Bertindak

BENTENG – Minimnya tanggapan terhadap keberadaan warung remang-remang (warem) di jalan lintas Pasar Pedati-Tugu Hiu ...