Selasa , 25 Februari 2020
Home / Daerah / Seluma / Bunga Kibut Dirusak

Bunga Kibut Dirusak

DIRUSAK: Pasca sehari ditemukan, bunga kibut yang tumbuh di Desa Napal Melintang telah dirusak oleh oknum tak bertanggung jawab, tampak kades saat melakukan pengecekan kelokasi,Sabtu (18/1). (foto:yudi/rb)

SELUMA – Bunga Amorphophallus Titanum atau biasa disebut Bunga Kibut atau Bunga Bangkai yang tumbuh di kawasan hutan Desa Napal Melintang Kecamatan Talo Kabupaten Seluma dirusak oknum tak bertanggung jawab. Padahal bunga tersebut baru saja ditemukan Jumat (17/1) lalu.

Hal itu diketahui setelah masyarakat beserta kades sekitar melakukan pengecekan ulang untuk melihat bunga kibut yang telah mencapai tinggi 1,5 meter tersebut.

Kepala Desa Napal Melintang, Artono sangat menyayangkan hal tersebut. Menurutnya, bunga kibut sangat jarang tumbuh disekitaran kawasan itu. Padahal rencananya setelah bunga itu tumbuh mekar akan dipublikasikan dan dipagari. Untuk menarik minat pengunjung khususnya masyarakat sekitar. Namun setelah dilakukan pengecekan kembali terhadap bunga yang tumbuh itu, betapa terkejutnya ia melihat bunga tersebut sudah rusak.

“Sangat disayangkan, baru sehari ditemukan tapi sudah dirusak oleh oknum nakal, padahal ini bunga langka,”sesalnya.

Sebelumnya dia telah mengimbau masyarakatnya agar tidak merusak tumbuhan langka tersebut. Diperkirakan bunga tersebut akan mekar sempurna beberapa hari kedepan. Dari posisi mekar sempurna, bunga tersebut bisa bertahan hingga tiga sampai lima hari, hingga akhirnya mulai layu total. Namun untuk tumbuh dengan sempurna, sama sekali harus tidak ada gangguan.

“Padahal berapa hari kedepan nantinya akan mekar sempurna, ini sangat kita sayangkan,”ujarnya.

Kedepannya apabila tumbuhan tersebut mekar kembali di kawasan desa, pihaknya akan segera melakukan pengamanan dengan mendirikan pagar di sekitaran lokasi bunga.

“Nanti kedepan kalau ada tumbuh lagi akan langsung kita pagari saja agar tak dirusak lagi,”tutupnya.

Untuk diketahui, Bunga Kibut merupakan tumbuhan dengan bunga majemuk terbesar dan tertinggi di dunia ini. termasuk tanaman dari suku talas-talasan (araceae) dengan bentuk dan ukuran umbi yang bervariasi pada setiap jenisnya. Bunga bangkai ini biasanya memang tumbuh daerah dataran rendah beriklim tropis karena sebagian besar, bunga bangkai merupakan spesies endemik di Indonesia.(cup)

Berita Lainnya

2 Tersangka Korupsi KPU Segera Disidang

BENGKULU – Setelah jalani proses yang cukup panjang, dua tersangka dugaan kasus korupsi anggaran KPU …