Selasa , 25 Februari 2020
Home / Daerah / Kepahiang / Tiga Paket PT SMI Serentak Dilelang

Tiga Paket PT SMI Serentak Dilelang

Rudi Andi Sihaloho

KEPAHIANG – Meskipun sebelumnya dua paket proyek pembangunan jalan yang dibiayai  PT Sarana Multi Infrastruktur sudah selesai proses tender tahun 2019. Tapi tak serta merta pekerjaan fisik bisa segera dilaksanakan.

Ini karena Pemkab Kepahiang meminta kedua proyek itu ditender ulang. Pasalnya, perlu menyesuaikan dengan standar harga yang ada tahun 2020. Dengan

demikian dua paket proyek tersebut akan dilelang ulang.

Pada lelang ulang nanti bersamaan dengan 1 paket pekerjaan yang menyusul dikerjakan di tahun ini, setelah revisi Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Kepahiang yang telah disetujui Pemprov Bengkulu beberapa waktu lalu.

Adapun 2 proyek percepatan pembangunan di PT Sarana Multi Infrastruktur itu kini dalam masa pengerjaan yakni pembangunan jalan dan peningkatan Jalan Kabupaten Penghubung Desa Cinto Mandi – Langgar Jaya – Damar Kencana  senilai Rp 18,6 miliar. Dan peningkatan jalan pusat pemerintahan – barat wetan senilai Rp 23,9 miliar. Sementara 1 paket proyek yang menyusul penyelesaiannya pasca revisi RTRW adalah proyek pembangunan jalan Simpang Air Les – Warung Pojok – Air Punggur – Batu Bandung senilai Rp 17,3 miliar.

“Dokumen perencanaan tiga pekerjaan pembangunan yang dibiayai oleh pinjaman daerah itu ditender bersamaan. Kita pastikan pada Februari ini mulai proses lelang,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kepahiang, Rudi A Sihaloho, ST.

Tenggat waktu pekerjaan sampai berakhirnya masa jabatan Bupati Kepahiang, Rudi membenarkan jika nota kesepahaman antara Pemkab Kepahiang dengan PT Sarana Multi Infrastruktur pengerjaan pembangunan tersebut adalah sampai tahun 2021 mendatang. “Yang jelas dengan masa pekerjaan selama satu tahun, kita yakini proyek tersebut akan selesai tepat waktu,” jelas Rudi.

Lebih lanjut dikatakan, biaya angsuran dan bunga pinjaman yang sudah disiapkan di APBD Kabupaten Kepahiang tahun 2019, otomatis belum digunakan. Mekanismenya, biaya angsuran dan bunga tersebut berlaku bila Pemkab Kepahiang telah menggunakan anggaran pinjaman daerah.

‘’Sampai saat ini dana pinjaman daerah itu sama sekali belum digunakan, karena pembangunan belum dimulai,” pungkas Rudi.(sly)

Berita Lainnya

Dorong Bentuk KIM di Desa dan Kelurahan

KEPAHIANG – Dinas Komunikasi Informasi Persandian dan Statistik mulai mendorong pembentukan Kelompok Informasi Masyarakat. Kelompok …