Kamis , 27 Februari 2020
Home / Daerah / Curup Pos / Cari Durian, Tewas di Sungai

Cari Durian, Tewas di Sungai

MENINGGAL : Supit alias Pit (22) warga Desa Merantau Kecamatan Sindang Beliti Ilir (SBI) ditemukan meninggal dunia siang kemarin ditengah aliran sungai kecil di kawasan perkebunan Talang Batu Pelinai desa setempat. (foto:ist/rb)

SBI – Warga di Desa Merantau Kecamatan Sindang Beliti Ilir, Minggu (19/1) siang sekitar pukul 13.00 WIB sempat heboh. Warga mereka Supit alias Pit (22) ditemukan sudah tidak bernyawa diatas batuan aliran sungai kecil yang sedang mengering. Korban diduga kuat hanyut dan akhirnya nyangkut dibatuan tengah sungai yang Minggu (19/1) sedang surut.

Tubuh korban pertama kali ditemukan seorang nenek-nenek warga setempat Marita alias Ida yang kebetulan sedang melintas. Posisi korban saat ditemukan terlentang dengan kaki dan tangan menyentuh air sungai, sedangkan tubuhnya berada di atas batu ditengah sungai kecil tersebut. Selanjutnya saksi memberitahukan kepada perangkat desa dan warga lainnya. Selanjutnya tubuh korban langsung di evakuasi oleh warga disaksikan polisi ke Puskesmas Kota Padang, namun sayang korban diduga sudah meninggal dunia saat ditemukan.

Kapolres Rejang Lebong AKBP Jeki Rahmat Mustika, S.IK melalui Kapolsek Kota Padang Iptu Gatot Nurmantio Minggu (19/1), dari hasil pmeriksaan ditubuh korban memang terdapat luka lecet. Masing-masing dibagian pelipis kiri dan kana, didahi serta lecet dibagian tubuh lainnya. ‘’Dugaan kita sementara korban hanyut disungai dan saat sungai menyusut, tubuh korban nyangkut di bebatuan,’’ terang Gatot tadi malam.

Ditambahkan Gatot, keluarga korban mengaku, korban selama ini memang sering mencari durian ke kebun karena selain bertani, korban juga menjadi pedagang durian saat musim buah durian. Selain itu, keluarga korban menyatakan menolak untuk melakukan otipsi terhadap tubuh korban dan sudah mengihklaskan atas meninggalnya korban yang diduga hanyut disungai tersebut.

‘’Dari luka-luka yang ada ditubuh korban, dugaan kuat dialami korban saat terseret arus sungai yang memang didominsi bat-batuan. Keluarga korban juga menolak untuk dilakukan otopsi terhadap tubuh korban dan memilih untuk lengsung membawa korban kerumah duka untuk selanjutnya dilakukan proses pemakaman,’’ imbuh Gatot.(dtk)

Berita Lainnya

Ramaikan Wisata Pasar Kuliner

CURUP – Upaya Dinas Pariwisata Kabupaten Rejang Lebong untuk terus memaksimalkan wisata Pasar Kuliner di …