Senin , 17 Februari 2020
Home / Metropolis / Tak Kunjung Dilantik, FKGDC Surati KASN

Tak Kunjung Dilantik, FKGDC Surati KASN

SAMPAIKAN: Forum Komunikasi Guru Diklat Cakep Provinsi Bengkulu, kembali menyampaikan protesnya terkait, belum diangkatnya mereka menjadi calon kepala sekolah padahal sudah memenuhi syarat. (foto: ongki/rb)

BENGKULU – Masih ingat polemik pengangkatan Kepala Sekolah SMA/SMK yang sempat diprotes Forum Komunikasi Guru Diklat Cakep Provinsi Bengkulu pada Januari 2019 lalu? Dimana, dari 171 kepsek yang dilantik, 41 orang diantaranya ternyata tidak memenuhi syarat.

Sementara, banyak guru yang sudah memenuhi syarat untuk menjadi kepsek, malah tidak dilantik. Minggu (19/14), Forum Komunikasi Guru Diklat Cakep Provinsi Bengkulu, kembali menagih janji penyelesaian polemik tersebut. Ketua Forum Komunikasi Guru Diklat Cakep Provinsi Bengkulu, Safrudin, M.Pd mengatakan, ada 63 guru yang tergabung di Forum Komunikasi Guru Diklat Cakep yang sudah memenuhi persyaratan untuk menjadi kepsek. Namun sampai kini tak juga dilantik.

“Kami sebenarnya sudah memenuhi syarat tapi sampai sekarang kami tidak diperhatikan oleh Dinas Dikbud Provinsi untuk menduduki jabatan tersebut. Malah yang belum memenuhi syarat yang diangkat menjadi Kepsek,” kata Safrudin.

Terkait dengan kejadian yang sudah berlarut-larut itu, Safrudin menegaskan, pihaknya akan segera mengirimkan surat ke Komisi Aparatur Sipil Negara, untuk melaporkan kasus tersebut. Sekeretaris Forum Komunikasi Guru Diklat Cakep Nasrizal, S.Pd menambahkan,  saat pelantikan kepsek Januari 2019 lalu, ada 41 kepsek yang bermasalah karena tidak memenuhi peraturan karena beretentangan dengan Permendikbud nomor 6 tahun 2018.

“Maksudnya kepala sekolah yang belum memiliki sertifikat penguatan kepsek itu diberikan kesempatan untuk mengikuti penguatan. Hanya saja syarat yang diikuti kepsek yang sudah dilantik itu, dilakukan sebelum April 2018, waktu itu Permendikbud berlaku,” jelasnya.

Lanjutnya ada surat Kadisdikbud Provinsi Bengkulu nomor 5/234/dikbud/2020 perihal pemanggilan calon peserta penguatan kepala sekolah yang akan dilaksanakan Diklat atau penguatan bagi calon kepala sekolah. Dimana ada 41 kepala sekolah itu belum memiliki sertifikat Cakep.

“Kami dari Forum Komunikasi Guru Diklat Cakep mempertanyakan kegiatan tersebut yang telah melanggar aturan Permendikbud nomor 6 tahun 2018,” terangnya.

Dikatakan Nasrizal kepsek yang dapat mengikuti penguatan ini adalah kepala TK, SD, SMP, SMA, SMK yang telah diangkat sebelum diberlakukan Permendikbud nomor 6 tahun 2018 tersebut. (cw3)

Berita Lainnya

Soal Pasar Pagar Dewa, Pemda Kota Segera Cari Solusi

BENGKULU– Penolakan pengelolaan Pasar Pagar Dewa oleh Koperasi CV. Bangun Wijaya yang dilontarkan sejumlah pedagang ...