Senin , 17 Februari 2020
Home / Metropolis / Tutup Jalan, PKL Gelar Dagangan

Tutup Jalan, PKL Gelar Dagangan

BENGKULU – Sejumlah pedagang kaki lima memenuhi Jalan Prof Hazairin Kelurahan Malabero, tepatnya di samping Kantor Pos lama. Banyaknya pedagang kaki lima yang berjualan kuliner itu, membuat akses Jalan Prof Hazairin tersebut menjadi tertutup, sehingga kendaraan tidak bisa melintas lagi.

Berdasarkan penelusuran Rakyat Bengkulu, tindakan itu terpaksa dilakukan para pedagang kaki lima, setelah mereka tidak diperbolehkan lagi berjualan di dalam Lapangan Merdeka atau dikenal dengan View Tower. Larangan itu sendiri dikeluarkan saat ada rehab pembangunan di sekitar View Tower tersebut.

“Kita sudah tiga tahun jualan di sekitar view tower tersebut sudah selama tiga tahun terakhir. Tapi saat ada rehab tidak boleh lagi jualan di jalan. Makanya kami pindah ke sini,” ujar salah seorang pedagang kaki lima, Karoline.

Ditambahkannya, ia dan pedagang kaki lima lainnya sengaja berjualan di Jalan Prof Hazairin itu, agar nantinya bisa kembali lagi berjualan di dalam kawasan View Tower.  “Kita di sini ada kelompok pedagang, sehingga saat melakukan perizinan untuk berjualan ketua kelompok kita yang berkoordinasi untuk langsung mengurus perizinan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Bengkulu, Jalalludin menjelaskan, untuk kawasan View Tower tersebut bukan wewenang Pemkot Bengkulu. “Coba konfirmasi sama Dinas Pariwisata Provinsi dikarenakan bukan wewenang kita,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Irsan mengatakan, pihaknya tidak pernah memberi izin kepada pedagang kaki lima untuk berjualan di jalan itu. “Kita hanya memberikan izin kepada para pedagang saat berjualan di halaman view tower. Kalau di jalan bukan wewenang kita, dan kami tidak pernah memberi izin,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Bengkulu, AKBP. Pahala Simanjuntak, SIK melalui Kasat Lantas AKP Agis Ariya Denawan mengakui, kalau para pedagang kaki lima yang berjualan di badan jalan itu sudah meminta izin kepada Polres Bengkulu.

“Izin mereka memang ada ke Polres. Setelah saya cek memang ada surat perizinan dari mereka yang menyatakan ingin berjualan,” ungkapnya.

Dia menambahkan selama tidak mengganggu akses jalan protokol, maka tindakan pedagang kaki lima tersebut tidak melanggar.  Agis mencontohkan, untuk penutupan jalan lainnya seperti acara pernikahan, Polres hanya mengizinkan penutupan jalan sampai 1,5 meter, dengan catatan selama itu masih bisa dilewati. akan tetapi kalau sudah tidak bisa dilewati maka harus menyiapkan jalur yang lain untuk bisa dilalui.

“Saya pikir di lokasi jalan yang menjadi tempat para pedagang kuliner tersebut berjualan tidak mengganggu dan bukan juga jalan protokol. Selain itu sudah ada perjanjian antara pedagang dengan Polres untuk tidak berjualan di pagi sampai siang, namun hanya berjualan dari sore sampai malam saja. Dengan adanya pedagang berjualan di lokasi tersebut, tentu bisa menggerakan perekonomian para UKM di Kota Bengkulu,” demikian Tutup Agis. (jee)

Berita Lainnya

Soal Pasar Pagar Dewa, Pemda Kota Segera Cari Solusi

BENGKULU– Penolakan pengelolaan Pasar Pagar Dewa oleh Koperasi CV. Bangun Wijaya yang dilontarkan sejumlah pedagang ...